

inNalar.com – Makassar merupakan Kota Terbesar di wilayah Indonesia Timur sekaligus pusat kota terbesar ketujuh di Indonesia.
Kota ini terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar.
Kota ini menjadi pusat pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk terbesar di sana.
Miliki jumlah penduduk yang besar, mobilitas pendudunya juga terbilang tinggi.
Maka dari itu, di Makassar terdapat sejumlah ruas tol yang mempermudah akses perjalanan penduduknya.
Salah satu ruas tol yang dimaksud adalah Jalan Tol AP Pettarani.
Baca Juga: Bukan di Gotthard Swiss, Gerbang Tol Salatiga Tawarkan Panorama Indah Berlatarkan Gunung Merbabu
Jalan tol ini menjadi icon terbaru yang menghiasi Kota Makassar.
Selain itu kehadiran Jalan Tol ini nantinya menjadi salah satu akses penting dalam hal dukungan konektivitas bebas hambatan bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
Pembangunan proyek tol AP Pettarani ini melibatkan lebih dari 2.000 pekerja.
Dengan adanya tol AP Pettarani diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurai kemacetan kota Makassar yang sering terjadi di setiap harinya.
Jalan Tol Layang A.P. Pettarani ini merupakan perpanjangan dari Jalan Tol Seksi I dan II serta tidak ada penambahan gerbang tol baru.
Terkait pelaksanaan transaksi pembayaran tol akan dilakukan pada empat Gerbang Tol BMN yang ada, yaitu Gerbang Tol Cambaya, Kalukubodoa, Parangloe dan Tallo Timur.
Jalan tol AP Pettarani membentang sepanjang 4,3 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp2,2 triliun.
Pada dasarnya, proyek tol harus melewati proses pembebasan lahan bahkan terkendala akan hal itu.
Namun, berbeda dengan tol ini dimana tol AP Pettarani dalam pelasanaan konstruksinya tidak terdapat pembebasan lahan.
Hal tersebut dikarenakan, ruas tol ini dibangun dengan konsep jalan layang.
Maka dari itu, untuk pembangunannya sendiri tidak dilakukan pembebasan lahan.
Dengan kehadiran tol ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitasi, pendistribusian barang dan logistik.***