

inNalar.com – Perusahaan yang berbasis di Sulawesi Selatan ini merupakan produsen semen terbesar di kawasan timur Indonesia.
Kehandalan produksinya telah dikenal melegenda sejak 1968, tepatnya saat Presiden RI Soeharto kala itu meresmikan perusahaan ini.
Bahkan saat era kepemimpinan berlanjut hingga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perusahaan ini makin ekspansif.
Ekspansinya makin menjulang ketika pada tahun 2013, perusahaan semen ini berhasil mengoperasikan Pabrik Tonasa unit V sekaligus pembangkit listriknya.
Tepatnya pada tanggal 19 Februari 2024, Presiden RI SBY kala itu juga meresmikan pembangkit listrik berkapasitas 2 x 35 Megawatt.
Tentunya arah ekspansi perusahaan semen legendaris di Sulawesi Selatan ini muara tujuannya agar produksinya mampu menembus permintaan pasar domestik dan global.
Patut diacungi jempol tatkala eksistensi perusahaan semen ini masih bertahan hingga era terkini.
Era ketika tuntutan transformasi energi penyokong industri kini mulai beralih ke energi baru terbarukan atau EBT.
Teranyar, perusahaan semen ini ikut membangun PLTS berkapasitas 10 kWp guna memasok listrik Pabrik Tonasa Unit V yang ada di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sebagai informasi, sejak 1970-an perusahaan ini terus mengembangkan fasilitas produksinya hingga akhirnya memiliki lima unit pabrik semen.
Namun khusus Pabrik Tonasa unit I diketahui tidak lagi dioperasikan karena dinilai tidak lagi memberikan nilai ekonomisnya.
Sehingga perusahaan yang bernama PT Semen Tonasa ini hanya memiliki empat unit pabrik yang masih beroperasi hingga kini.
Aksi korporasi dalam penginstalan pasokan listrik bertenaga surya ini menjadi langkah kritis perusahaan guna ikut mendukung komitmen Net Zero Emission 2060.
Melansir dari situs Kabupaten Pangkep, Direktur Utama PT Semen Tonasa Mufti Arimurti menyampaikan bahwa fasilitas solar panel ini akan menjadi aset berharga bagi perusahaan.
Hal ini mengingat perusahaan juga perlu ikut mengurangi emisi gas rumah kaca.
Hanya dalam waktu pengerjaan tiga bulan, akhirnya fasilitas PLTS 10 kWp ini telah aktif beroperasi pada Desember 2021.
Aliran listrik yang dipasok dari PLTS tersebut gunakan sistem on grid dan diketahui sistemnya terintegerasi dengan jaringan listrik low voltage 380 VAC untuk area Packer Pabrik Semen Tonasa Unit V.***