

inNalar.com – Beredar kabar terkait megaproyek jalan tol terpanjang di Provinsi Jawa Barat yang katanya mulai ditinggalkan oleh para investor tetapnya.
Berdasarkan informasi datanya, proyek yang dikalim sebagai jalan tol terpanjang di RI tersebut memiliki panjang 206,65 kilometer.
Diketahui, proyek yang dimaksud adalah Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci).
Pembangunan Tol Getaci ini termasuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Jawa Barat.
Sebagaimana yang telah dikutip dari laman resmi DJKN Kemenkeu, ruas jalan Getaci merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.
Rutenya diketahui mulai dari Gedebage (Kota Bandung), kemudian melalui Kabupaten Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan berakhir sampai di Cilacap.
Nilai investasi yang digelontorkan untuk dapat merealisasikan megaproyek tol terpanjang ini diketahui mencapai angka Rp56,2 triliun.
Awalnya, pendanaan proyek ini berasal dari beberapa konsorsium BUMN dan konglomerat yang bersedia menanamkan modalnya.
Diantara konglomerat yang awalnya setuju menanamkan modalnya tersebut adalah Konglomerat Martua Sitorus, hingga taipan tol Yusuf Hamka.
Baca Juga: Kualitas Layanan Terjaga, Bank Kustodian BRI Raih Sertifikasi ISO Manajemen Mutu 9001:2015
Namun, pada akhir tahun 2023 ini terdengar kabar yang mengejutkan bahwa kedua konglomerat tersebut mengurungkan niatnya untuk mendanai proyek jalan tol ini.
Nasib dari pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap di Jawa Barat tersebut akhirnya pun tidak jelas.
Sehingga, Kementerian PUPR akhirnya mengambil tindakan dengan melakukan tender lelang ulang untuk pendanaan proyek ini.
Meskipun keputusan akhir harus ditender ulang, untuk urusan terkait pembebasan lahan ruas tol ini akan masih terus berjalan.
Adapun dampak adanya tender lelang ulang, sebagaimana diketahui target pembangunan Tol terpanjang di Indonesia tersebut harus ditelan mentah-mentah.
Sebab, waktu untuk menyelesaikan pembangunan proyek di Jawa Barat ini juga pastinya akan mundur. ***