

InNalar.com – Saat ini pemerintah Indonesia tengah merencanakan pembangunan jalan tol terpanjang di Indonesia.
Namun siapa sangka? Ternyata megaproyek tersebut justru mulai ditinggalkan oleh para investor konglomerat di Indonesia.
Padahal jalan bebas hambatan tersebut akan melintasi 2 provinsi, yaitu dari Gedebage di Jawa Barat, hingga ke Cilacap Jawa Tengah.
Adapun nama jalan bebas hambatan itu adalah Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap).
Bahkan pengerjaan dari proyek ini pun terbilang cukup lama, karena berdasarkan rencananya akan digarap dari tahun 2024 hingga tuntas pada 2029.
Ditambah lagi investasi yang diperlukan pada jalan tol terpanjang di Indonesia ini pun sangatlah besar.
Dilansir InNalar.com dari PUPR, pembangunan tol yang akan melintasi dua provinsi ini akan menelan investasi Rp56 triliun.
Investasi itu pun sesuai dengan panjangnya, karena mencapai 206,65 km.
Tentu tepat jika jalan tol Getaci disebut sebagai yang terpanjang di Indonesia.
Namun karena para investor dari konglomerat termasuk perusahaan BUMN mundur dari proyek ini, pemerintah nampaknya akan melakukan lelang tender ulang kembali.
Sementara itu alasan untuk dilakukannya tender ulang, hal tersebut dikarenakan tidak kunjung terjadinya penandatanganan dukungan untuk pembiayaan perbankan (financial close) oleh para investor.
Beberapa investor yang ikut andil dalam membangun tol Getaci ini salah satunya adalah perusahaan milik Martua Sitorus dan taipan tol Yusuf Hamka.
Tepatnya, megaproyek yang dipimpin oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini memiliki konsorsium pembangunan dengan porsi sebanyak 32,5%.
Sedangkan untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk memegang porsi sebanyak 20%, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yaitu 10%.
Ada pula PT Gama Grup yang dimiliki konglomerat Martua Sitorus sebanyak 13,38%.
Sementara Yusuf Hamka ini memegang porsi 0,75%, yang dimilikinya melalui PT Jasa Sarana
Dengan sisanya dimiliki PT Wijaya Karya (Persero) sebesar 10%.
Bagi yang merasa asing, Martua Sitorus merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia dari usahanya yang memegang perkebunan sawit.
Sekedar informasi, berdasarkan real time Forbes, kekayaan Martua Sitorus ini mencapai USD 3,1 miliar.
Berlanjut ke Yusuf Hamka, orang ini adalah salah satu pemegang saham dari PT Jasa Sarana, yang adalah BUMD Jawa Barat.
Selain itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga akan mundur dari proyek jalan bebas hambatan penghubung Jawa Barat ke Jawa Tengah ini yang disebabkan dari perjanjian restrukturisasi dan kondisi finansial.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, para investor di atas ini tak kunjung memberikan financial close pada megaproyek ini, karena itulah pemerintah akan melakukan lelang ulang untuk tol Getaci.
Sebagai tambahan, karena terjadinya lelang ulang, maka hal ini akan berdampak pada penyelesaian tol Getaci.
Sebab hal itu juga akan berpengaruh pada mundurnya jadwal untuk dimulainya konstruksi.
Akan tetapi walau akan ada lelang tender ulang, namun pembebasan lahan di ruas tol Getaci akan tetap dilaksanakan, dengan target sampai Garut.
Pembangunan untuk tol ini sendiri baru akan dilaksanakan usai terdapat investor baru. ***