Megaproyek Rp45 Miliar Diduga Pakai Barang Bekas! Pembangunan Bandara Internasional di Maluku Utara Tak Sesuai Standar?

InNalar.com – Saat ini terdapat megaproyek yang tengah dikerjakan di daerah Maluku Utara.

Megaproyek tersebut adalah pengembangan bandara yang terdapat di Kota Ternate.

Menariknya, terdapat isu yang menyebutkan jika pengembangan pada bandar udara itu menggunakan barang bekas.

Baca Juga: Telan Dana Rp51 Miliar, Jembatan di Karawang Sepanjang 130 Meter Ini Akhirnya Diresmikan, Tahan Beban Kendaraan Hingga 8 Ton

Ditambah lagi, ternyata pengerjaannya juga molor tidak sesuai target yang diharapkan.

Sebab waktu pelaksanaan dari proyek ini yaitu selama 270 hari sejak 20 Maret 2023.

Jika begitu, maka seharusnya megaproyek ini akan rampung pada 14 Desember 2023.

Baca Juga: Kuras Rp2,26 Triliun, Proyek Bendungan di Gorontalo Ini Diramalkan Mampu Tangkal Banjir 414 M3 per Detik, Rampung 2024?

Namun saat tanggal 13 Desember, ternyata progres pembangunan bandar udara tersebut baru selesai 80%.

Tidak hanya itu, ternyata ada dugaan yang muncul jika pengembangan pada lapangan terbang tersebut menggunakan barang bekas.

Dugaan itu muncul saat terdapat awak media yang ingin meliput ketika Hari Nusantara yang terjadi di Kota Tidore.

Baca Juga: Keruk Pondasi Sedalam 70 Meter, Jembatan Rp381 Miliar di Barito Kuala Kalimantan Selatan Ini Gunakan Inovasi Cable Stayed Pylon Asimetrik, Apa Itu?

Sebab Ditemukan keanehan seperti bahan bangunan yang sudah penyok dan masih ada pula kerusakan yang lain.

Ada pula pemasangan plafon yang tidak simetris, sehingga nampak penyok dan bengkok.

Apalagi proyek pengerjaan bandara ini juga dinilai tidak sesuai dengan K3 (kesehatan keselamatan kerja).

Baca Juga: Digugat Karena Hutang Rp1,8 Miliar, Perusahaan Tambang Nikel di Maluku Utara Ini Bakal Alami Pailit, Tapi…

Padahal K3 merupakan sesuatu yang cukup penting bagi para pegawai, karena bisa menghindarkan dari kecelakaan kerja yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Maka dari itulah membuat munculnya dugaan jika megaproyek pengembangan bandar udara ini menggunakan barang bekas.

Selain itu ada pula faktor lain yang membuat banyak orang kecewa akan proyek pengembangan bandar udara ini.

Baca Juga: Butuh Dana Rp500 Miliar, Proyek Flyover di Simpang Muara Rapak Balikpapan Positif Dilanjutkan, Kapan?

Karena bandar udara ini juga jadi pintu gerbang sekaligus wajah dari kota Ternate. Maka tak heran jika akan membuat banyak orang kecewa.

Adapun bandar udara yang dimaksud ini adalah Bandara Internasional Sultan Babullah yang tengah dikembangkan dengan anggaran hingga puluhan miliar.

Dilansir InNalar.com dari laman Stekom, Sultan Babullah merupakan seorang prajurit asli Indonesia yang berasal dari Ternate.

Baca Juga: Tak Mampu Biayai Sendiri, Bandara Rp7 Triliun di Maluku Utara Ini Berharap Ada Investor Tambang Masuk, Nasibnya Kini…

Sementara itu, anggaran yang dikeluarkan dalam mengembangkan bandar udara ini yaitu sebesar Rp45 miliar.

Tentu pengembangan yang menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar ini tidaklah sesuai ekspektasi yang diharapkan.

Sebenarnya pengembangan yang dilakukan pada bandar udara di daerah Maluku Utara ini sudah dilakukan lebih dari sekali.

Baca Juga: Usai Dapat Pinjaman Rp50 Miliar, Emiten Properti Ini Mulai Genjot Proyek Baru di Lampung Seluas 13,5 Ha

Berdasarkan sejarahnya, pada tahun 1971 lapangan terbang ini sudah beroperasi walau hanya untuk kepentingan militer.

Namun sejak 1978, lapangan terbang ini dibuka untuk sipil.

Sedangkan untuk pengembangan pertamanya, bandar udara ini mengalami hal tersebut pada tahun 2005 untuk membangun terminal penumpang.

Baca Juga: Capex 95,7 Juta USD Terkuras, Rupanya Adaro Sibuk Eksekusi Proyek Smelter Aluminium di Kalimantan Utara, Progresnya…

Berlanjut pada tahun 2013 bandar udara ini juga mengalami hal yang serupa agar memiliki kapasitas yang lebih banyak.

Sementara itu, megaproyek bermasalah yang diduga menggunakan barang bekas kali ini merupakan renovasi terminal yang sudah dibangun pada tahun 2013 yang lalu.

Padahal sebenarnya Terminal penumpang ini juga sudah memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Baca Juga: Babat Kelapa Sawit 160 Hektar! Sumatera Utara Kini Miliki Bandara Baru yang Digagas 10 Tahun Lalu, Daerah Mana?

Karena terdapat fasilitas seperti toko bebas bea, VIP restoran, Lounge, hingga bank. ***

 

Rekomendasi