Megaproyek Rp 81 Miliar di NTT ini Ubah Kota Kupang Jadi Destinasi Wisata Baru, Padahal Dulunya….


inNalar.com
– Megaproyek di Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa penataan 3 kawasan di Kota Kupang.

Melalui pembangunan ini memberikan wajah baru untuk Kota Kupang sebagai tempat destinasi wisata di NTT.

Proyek ini telah diresmikan pada 24 Maret 2022 dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Shopee 12.12 Birthday Sale Catat Peningkatan Transaksi terhadap Produk Brand Lokal dan UMKM

Baca Juga: Kucurkan Investasi Rp2,75 Triliun, Megaproyek Tambang yang Baru Berusia 5 Tahun Ini Bakal Sumbang 110 Ribu Ton Tembaga per Tahun

Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa

Dalam peresmian tersebut dilakukan oleh Presiden Jokowi yang memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan tersebut.

Di dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya terkesan terhadap hasil dari penataan Kota Kupang.

Melalui megaproyek di NTT ini memberikan infrastruktur yang lebih baik untuk daerah setempat.

Baca Juga: Hasil BWF World Tour Finals 2023: Kalah dari An Se-young, Gregoria Mariska Perpanjang Rekor Buruk

Baca Juga: Ini Tren Belanja Akhir Tahun, Transaksi Produk Fashion Meningkat 6X Lipat dan Beauty 8X Lipat

Baca Juga: Proyek Ruang Kreatif Senilai Rp6,1 Miliar di Mataram Ini Malah Kembalikan Dana Rp500 Juta ke Pemerintah Pusat, Kok Bisa?

Sehingga membuat pengunjung lebih tertarik untuk berkunjung ke Kota Kupang.

Informasi tersebut diperoleh melalui website resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penataan ini tersebar ke 3 lokasi utama yaitu berada di kawasan Kota Lama atau Pantai Lai-Lai.

Baca Juga: Pabrik Gula Terkenal Senilai Rp1,16 Triliun Asal Lampung Ini Pernah Lakukan Hal ‘Gila’ Secara Nasional

Baca Juga: Gerus Anggaran hingga Rp22 Triliun, Smelter Tembaga di Sumbawa Barat Ini Memiliki Kapasitas 120 Ribu Ton per Hari

Baca Juga: Kuras Anggaran Rp1,8 Triliun, Megaproyek Bendungan di Bali Ini Masuk ke 3 Kabupaten Sekaligus dan Miliki Desain Tipe Gergaji, Apa Istimewanya?

Kedua, daerah yang menjadi pusat pembangunan adalah Pantai Kelapa Lima.

Terakhir, dilakukan perbaikan dan pembangunan di daerah Koridor 3 Jalan Frans Seda.

Megaproyek Kota Kupang ini mencapai luasan wawasan hingga 5,19 hektar.

Baca Juga: PSN Besutan Jokowi, Proyek Pelabuhan Patimban Senilai Rp43,2 Triliun Masih Butuh Utangan Pihak Asing

Baca Juga: Tarik Kas Senilai RpRp289,60 Miliar, Kontraktor Pelabuhan Tarakan di Kalbar Ini Siap Bayar Utang Oblagasinya

Baca Juga: Cuma di Shopee Finest! ERHA Hadirkan Exclusive Launch Acneact Trial Kit, Solusi untuk Kulit Berjerawat!

Untuk memberikan warna baru pada daerah ini, pemerintah merogoh kocek hingga Rp 81 miliar.

Pendanaan ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022-2021 (MYC).

Pada saat pembangunan, daerah dari Pantai Kelapa Lima merupakan sentra dari penjualan ikan.

Baca Juga: Telan Rp1,47 Triliun, Bendungan Mbay NTT Diklaim Bakal Lipatgandakan Produksi Beras Petani

Baca Juga: Cocok Buat Healing, Bukit di Sumba Timur Ini Suguhkan Panorama Bak Dunia Fantasi, Pernah Kesini?

Baca Juga: Pengembangan Sampai 2034! Megaproyek Terminal Multipurpose Wae Kelambu NTT Mampu Tampung Petikemas Sampai 30 Ribu Teus

Dengan penataan, sentra tersebut dibagi kedalam PKL yang dapat menampung sampai 96 kios.

Serta mengembalikan pemandangan ke arah pantai dan memaksimalkan penggunaan ruang terbuka publik.

Dengan penataan yang dilakukan di Kota Kupang, menjadikan daerah ini menjadi lebih bersih dan rapi.

Baca Juga: Investasinya Rp6.000 Triliun, Negara Ini Bakal Bangun Kota Modern Idaman Umat Manusia Sepanjang Masa: Indonesia?

Baca Juga: Terlanjur Habiskan Rp4,8 M, Progres Embung Gunung Kupang Banjarbaru Sudah Sampai 73 Persen Tapi Malah Molor dan Tuai Kritik, Kok Bisa?

Baca Juga: Benarkah Milenial dan Anak Muda Sulit Beli Rumah? Cek Dulu 5 Tips Efektif Tentang Keuangan Ini!

Diharapkan kedepannya dapat menjadi icon kota tersebut dan destinasi wisata baru.

Rekomendasi