

inNalar.com – Megaproyek di Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa penataan 3 kawasan di Kota Kupang.
Melalui pembangunan ini memberikan wajah baru untuk Kota Kupang sebagai tempat destinasi wisata di NTT.
Proyek ini telah diresmikan pada 24 Maret 2022 dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca Juga: Shopee 12.12 Birthday Sale Catat Peningkatan Transaksi terhadap Produk Brand Lokal dan UMKM
Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa
Dalam peresmian tersebut dilakukan oleh Presiden Jokowi yang memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan tersebut.
Di dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya terkesan terhadap hasil dari penataan Kota Kupang.
Melalui megaproyek di NTT ini memberikan infrastruktur yang lebih baik untuk daerah setempat.
Baca Juga: Hasil BWF World Tour Finals 2023: Kalah dari An Se-young, Gregoria Mariska Perpanjang Rekor Buruk
Baca Juga: Ini Tren Belanja Akhir Tahun, Transaksi Produk Fashion Meningkat 6X Lipat dan Beauty 8X Lipat
Sehingga membuat pengunjung lebih tertarik untuk berkunjung ke Kota Kupang.
Informasi tersebut diperoleh melalui website resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penataan ini tersebar ke 3 lokasi utama yaitu berada di kawasan Kota Lama atau Pantai Lai-Lai.
Kedua, daerah yang menjadi pusat pembangunan adalah Pantai Kelapa Lima.
Terakhir, dilakukan perbaikan dan pembangunan di daerah Koridor 3 Jalan Frans Seda.
Megaproyek Kota Kupang ini mencapai luasan wawasan hingga 5,19 hektar.
Baca Juga: PSN Besutan Jokowi, Proyek Pelabuhan Patimban Senilai Rp43,2 Triliun Masih Butuh Utangan Pihak Asing
Untuk memberikan warna baru pada daerah ini, pemerintah merogoh kocek hingga Rp 81 miliar.
Pendanaan ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022-2021 (MYC).
Pada saat pembangunan, daerah dari Pantai Kelapa Lima merupakan sentra dari penjualan ikan.
Baca Juga: Telan Rp1,47 Triliun, Bendungan Mbay NTT Diklaim Bakal Lipatgandakan Produksi Beras Petani
Baca Juga: Cocok Buat Healing, Bukit di Sumba Timur Ini Suguhkan Panorama Bak Dunia Fantasi, Pernah Kesini?
Dengan penataan, sentra tersebut dibagi kedalam PKL yang dapat menampung sampai 96 kios.
Serta mengembalikan pemandangan ke arah pantai dan memaksimalkan penggunaan ruang terbuka publik.
Dengan penataan yang dilakukan di Kota Kupang, menjadikan daerah ini menjadi lebih bersih dan rapi.
Baca Juga: Benarkah Milenial dan Anak Muda Sulit Beli Rumah? Cek Dulu 5 Tips Efektif Tentang Keuangan Ini!
Diharapkan kedepannya dapat menjadi icon kota tersebut dan destinasi wisata baru.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi