Megaproyek Persahabatan Senilai Rp40 Triliun di Kalimantan Utara Ini Jadi Wujud Komitmen Pemerintah dalam Menghadirkan Energi Hijau RI, Emang Bisa?

inNalar.com – Pada bulan Maret 2023 lalu, Presiden Jokowi resmi melakukan peletakan batu pertama proyek PLTA Mentarang Induk di Kalimantan Utara.

Rencananya, proyek PLTA yang terletak di Kaltara tersebut akan dioperasikan oleh perusahaan join venture.

Perusahaan join venture tersebut adalah perusahaan besar asal Indonesia dan Malaysia, yakni PT Kayan Patria Pratama Indonesia, dan Sarawak Energi Berhad Asal Malaysia.

Baca Juga: Smelter Makin Banyak, Harga Nikel Justru Turun 32,45 Persen sejak Januari 2023, Sekarang di Harga Berapa?

Seperti sambutannya pada saat grounbreaking digelar, Presiden Jokowi mengungkapkan rasa bahagianya karena proyek besar tersebut dikerjakan dengan Malaysia.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi sebuah simbol persahabatan antara kedua negara, yakni Indonesia dan Malaysia.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infastuktur Prioritas, proyek yang dimaksud merupakan proyek PLTA Mentarang Induk.

Baca Juga: Mau ke Luar Negeri? KUR TKI BRI Siap Beri Uang Saku sampai Rp25 Juta untuk Tenaga Kerja dengan Syarat…

Diketahui Pembangkit Listrik Tenaga Air Mentarang Induk berlokasi di Sungai Mentarang, yang jaraknya sekitar 35 km dari bagian hulu Kota Malinau, Kalimantan Utara.

Menjadi salah satu bagian dari PSN (Proyek Strategis Nasional) di Permenko nomor 21 Tahun 2022, tentu saja proyek ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Diproyeksikan, pembangkit listrik baru ini akan menjadi perwujudan dari pemerintah untuk menghadirkan energi hijau di Indonesia.

Baca Juga: Dukung Perkembangan Bisnis Digital, Program dan Fitur Shopee Berikan Dampak Positif Nyata Bagi Brand Lokal & UMKM

Selain itu, proyek yang nilainya sebesar 2,6 Miliar USD atau setara dengan Rp40 Triliun tersebut juga akan digunakan sebagai industri EV baik mobil maupun baterai.

Memiliki nilai investasi yang terbilang fantastis, nantinya proyek senilai 2,6 Miliar USD tersebut akan dijadikan sebagai PLTA terbesar se-Indonesia.

Bangunan bendungan di pembangkit listrik Mentarang Induk tersebut nantinya akan memiliki tinggi 235 m dan lebar sekitar 812 m.

Baca Juga: Kekayaannya Capai Rp124,9 Triliun, Cita-Cita Kolongmerat Idaman Bill Gates Ini Malah Pengin Miskin

Diketahui, jenis bendungan yang diusulkan untuk proyek ini adalah bertipe tanah urug berlapis beton, atau seringkali disebut Concrete Faced Rockfill Dam (CFRD).

Ditargetkan, proyek yang memiliki kapasitas sebesar 1.375 MW tersebut nantinya dapat berpotensi menghasilkan energi listrik 9 Terawatt per jam.

Demikianlah informasi terkait proyek PLTA di Kalimantan Utara yang menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menghadrikan energi hijau di Indonesia.***

Rekomendasi