

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Papua terus mengalami kemajuan pesat.
Dalam upayanya untuk memperkuat konektivitas di daerah terpencil, Telkomsel kembali menorehkan pencapaian besar dengan membangun menara BTS tertinggi di Indonesia.
Berlokasi di ketinggian lebih dari 5.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), menara ini menjadi simbol komitmen Telkomsel untuk menyebarkan akses telekomunikasi hingga ke pelosok negeri.
Pembangunan menara BTS ini bukan tanpa alasan. Papua dikenal dengan medan geografisnya yang sulit dijangkau, seperti pegunungan tinggi dan hutan lebat.
Muhammad Nour, Manager Service Quality Assurance Telkomsel Regional Maluku dan Papua, menyebutkan bahwa saat ini Telkomsel telah menjangkau sekitar 3.600 desa di wilayah Papua.
Namun, masih ada wilayah-wilayah yang memerlukan dukungan infrastruktur tambahan untuk mendapatkan sinyal yang stabil dan kuat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan menara BTS ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan jaringan hingga ke pelosok negeri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan menambah kapasitas jaringan broadband, Telkomsel berusaha menjangkau seluruh masyarakat di daerah tersebut yang membutuhkan akses komunikasi.
Menara BTS di ketinggian 5.400 mdpl ini menjadi bagian dari megaproyek Telkomsel dalam rangka pemerataan akses telekomunikasi di wilayah Papua.
Harris Wijaya, Vice President Sales and Marketing Area Pamasuka, menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk membantu masyarakat daerah tersebut yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses komunikasi yang memadai.
Ia ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah paling terpencil, bisa menikmati layanan telekomunikasi yang layak.
Pembangunan ini menjadi langkah konkret dalam upaya Telkomsel untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia.
Pembangunan menara BTS di Kabupaten Jayawijaya tidak hanya didukung oleh Telkomsel, tetapi juga oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jayawijaya menyebutkan bahwa pemerintah terus menambah infrastruktur menara BTS seluler di wilayah tersebut guna meningkatkan akses komunikasi bagi warga.
Selain mendukung konektivitas, menara-menara BTS di daerah perbatasan juga menjadi penjaga kedaulatan Indonesia.
Sejauh ini, dari total 753 menara BTS yang dibangun di seluruh Indonesia, sebanyak 44 menara telah beroperasi di Papua bagian timur, termasuk di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini.
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, mengungkapkan bahwa Telkomsel memiliki tanggung jawab besar untuk menyatukan bangsa ini melalui akses telekomunikasi.
Menurutnya, infrastruktur telekomunikasi yang menjangkau pulau terluar dan perbatasan negara menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Raja Langit RI: Perusahaan Telekomunikasi Terbesar ASEAN, Kuasai 37.091 Menara hingga Tower Terbang
Dengan berdirinya menara BTS tertinggi Indonesia di Papua, Telkomsel menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan wilayah ini sebagai bagian integral dari jaringan komunikasi nasional.
Kehadiran sinyal yang kuat di daerah-daerah terpencil ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan membuka akses ekonomi serta pendidikan bagi masyarakat Papua.
Megaproyek ini tidak hanya membantu masyarakat Papua dalam berkomunikasi, tetapi juga memperkuat integrasi nasional, menjaga keutuhan NKRI, dan memberikan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Telkomsel, harapannya ke depan Papua tidak lagi menjadi wilayah yang terisolasi, tetapi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh konektivitas yang kuat dan merata.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi