Media Israel Sebut Pasukan Hamas Tega Eksekusi 40 Bayi Tak Berdosa dan Lebih dari 1.000 Warga Sipil

inNalar.com – Konflik antara Hamas dan Israel kini memasuki hari ke-4 sejak 7 Oktober 2023.

Peperangan kian panas dan jumlah korban menjadi ribuan, media Israel menyebut Hamas mengeksekusi bayi dan warga sipil.

Hamas sebelumnya mengecam Israel untuk tidak menjatuhkan bom ke rumah-rumah penduduk Palestina agar warga sipil tidak jadi korban.

Baca Juga: Warga Palestina Demo Besar-besaran Buntut Serangan Israel ke Jalur Gaza, Kena Gas Air Mata Sampai Peluru Tajam

Melansir dari Israel National News, media tersebut melaporkan ada 40 bayi dieksekusi oleh Hamas di Kfar Aza.

Media tersebut juga mengatakan bahwa pasukan Israel Defense Forces atau IDF tidak siap mengalami kengerian yang ditimbulkan Hamas di Kfar Aza.

Kfar Aza merupakan area yang mengalami pukulan paling keras dari serangan Hamas.

Baca Juga: UPDATE! 260 Anak dan 230 Wanita di Gaza Tewas Akibat Serangan Bom yang Dihujani Israel Dini Hari Tadi

Di Kfar Aza terdapat komunitas Kibbutz, dan di area tersebut dipenuhi oleh para pejuang.

Hamas datang ke Kfar Aza melalui perbatasan Israel dari Jalur Gaza.

Israel ternyata memperbolehkan media asing untuk meliput Kfar Aza dipandu oleh IDF.

Baca Juga: Serangan Udara Israel ke Al Karama Gaza Diduga Gunakan Bom Fosfor, Kemenkes Palestina: Korban Tewas 830 Jiwa

Reuters merupakan salah satu media yang turut meliput. Melansir dari Reuters, konflik masih terjadi di hari ke-empat.

Banyak mayat dua pasukan tersebut yang terlihat di beberapa sudut area itu.

Mayor Jenderal Itai Veruv melalui Reuters mengatakan bahwa bayi, ibu, dan ayah yang sebelumnya berlindung dengan aman di rumah mereka kini menjadi korban tewas karena teroris.

Veruv juga mengatakan bahwa itu bukanlah perang maupun kawasan pertempuran, namun sebuah pembantaian.

Mayat warga sipil dan pasukan IDF ditemukan di sekitar lingkungan tersebut, rumah-rumah dan kendaraan juga hancur.

Pasukan tentara pergi ke rumah-rumah untuk mengambil jasad warga sipil.

Tentara Ayer Avriel mengatakan pada Reuters jika umur rata-rata komunitas Kibbutz ialah 18-25 tahun.

Tentara tersebut mengatakan bahwa lingkungan di Kfar Aza diserang dan dibunuh secara brutal.

Menurut media Israel terdapat 200 korban yang ditemukan di Kfar Aza.

Terdapat pula lebih dari 100 korban di Kibbutz Be’eri, sekitar 10% dari jumlah populasi komunitas tersebut.

Militer Israel mengatakan korban dari penyerangan Hamas kini mencapai 1.000 orang.

Terdapat pula 150 orang yang ditahan oleh militan di Gaza, dan Hamas mengancam untuk mengeksekusi sandera jika Israel menjatuhkan bom tanpa peringatan.

Militer Israel juga menyebutkan terdapat lebih dari 1,500 jasad dari tentara Hamas yang ditemukan di Israel.***

 

Rekomendasi