

inNalar.com – Ramadhan merupakan bulan umat Muslim yang mengharuskan kita menahan makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Banyak muncul pertanyaan apakah mungkin kita tetap berolahraga saat menjalankan puasa?
Jawabannya tentu bisa. Namun perlu ada strategi khusus supaya ibadah kita tidak bocor karena kecapekan latihan fisik.
Baca Juga: Ternyata Cuma Begini, Inilah Cara Memaku Tembok yang Keras, Dijamin Anti Bengkok!
Momen ini bisa jadi tantangan baru, karena biasanya spare waktu bagi kita 12 – 16 jam untuk memasukkan asupan energi makan dan minum.
Sementara 8 jam sisanya kita gunakan untuk waktu tidur lelap. Namun, saat bulan ibadah ini kita membalik jendela makannya.
Kita hanya memiliki waktu 8-9 jam untuk makan dan minum, sedangkan sisa waktunya diisi dengan berpuasa.
Sebelumnya, yuk kita pahami dulu metabolisme tubuh manusia saat memproses makanan yang masuk.
Menyadur dari YouTube Dunia Ade Rai, makanan yang masuk ke dalam perut akan dicerna selama 2 – 5 jam.
Baca Juga: Semua Orang Wajib Tahu! Cuma Modal Tusuk Gigi Bisa Bikin Jebakan Tikus di Rumah, Cek Disini Caranya
Apa yang diasup baru berhasil dicerna oleh tubuh dalam kurun waktu 4 – 12 jam.
Tubuh kita memiliki kemampuan menyimpan energi dalam waktu yang cukup lama.
Misalnya seperti energi dari cadangan makanan yang disimpan di dalam otot dan liver dapat bertahan 12 – 24 jam.
Sementara lemak bisa bertahan di dalam tubuh hingga 1 – 12 bulan, asupan vitamin pun bisa tetap ada hingga bertahun-tahun.
Serta asupan protein dalam tubuh diketahui dapat lekang di dalam tubuh hingga sepekan.
Itulah kenapa kita tidak masalah tetap olahraga meski dalam kondisi puasa Ramadhan.
Namun hal yang paling penting untuk dicatat adalah 3 hal, yaitu sebagai berikut.
Hal pertama, jenis latihan fisik seperti apa yang kita lakukan saat berpuasa?
Hal kedua, bagaimana pengaturan durasi waktu olahraga kita selama Ramadhan?
Hal ketiga, kondisi badan kita seperti apa? Ade Rai membagi kondisi badan menjadi dua macam.
Pertama apakah kita memiliki tipe badan yang gemuk? Jika iya, berarti kategori tubuh masuk ke dalam carbo dependent. Artinya, tubuh masih bergantung pada gula.
Kedua apakah kadar lemak kita cukup rendah? Jika iya, berarti kategori tubuhnya sudah masuk ke fat adapted.
Baca Juga: 2024 No Aib di Kolong Dapur, Sulap Area Bawah Kompor Gas Biar Jadi Rapi dan Fungsional!
Artinya, badan sudah mulai beradaptasi untuk menggunakan lemak sebagai asupan energi.
Ada tiga jenis olahraga yang bisa kita lakukan selama Bulan Ramadhan, yaitu aktivitas aerobik, non-aerobik atau HIIT, dan latihan beban.
Aerobik
Aktivitas aerobik bisa berupa jalan kaki, mengendarai sepeda dengan santai dan relaks.
Gerakan fisik yang kita lakukan ini tidak membuat kita mencapai batas ngos-ngosan.
Saat kita melakukan aktivitas ini saat berpuasa, badan kita akan memanfaatkan lemak tubuh untuk menjadi asupan energinya.
High Intensity Interval Training atau HIIT
Aktivitas ini sebenarnya tidak jauh beda dengan aerobik, hanya saja gerakannya lebih cepat sehingga terkadang kita akan ngos-ngosan.
Pola olahraga ini merupakan kombinasi dari aerobik dan latihan beban.
Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Tips Menyimpan Buah Strawberry agar Tahan Lama dan Anti Jamur
Sangat disarankan untuk membatasi durasi olahraga jenis ini maksimal 20 menit agar tubuh tidak terlalu capek.
Gerakan high intensity ini tidak bisa cukup lama untuk dilakukan terlebih saat berpuasa karena bisa menyebabkan badan kita lemas.
Latihan Beban
Jika ingin berolahraga untuk tujuan membangun massa otot, kita bisa juga lakukan olahraga angkat beban.
Baik model olahraga HIIT dan latihan beban sangat disarankan untuk dilakukan menjelang buka puasa agar setelah latihan fisik asupan protein bisa segera masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, alasannya juga agar tubuh kita tidak ada kesempatan untuk menggunakan energi dari proses pemecahan protein dalam tubuh atau protein breakdown.
Baca Juga: Cuma Modal Roti Tawar, Begini Cara Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan, Dijamin Berhasil!
Demikian tips olahraga saat Ramadhan, dijamin puasa lancar hingga maghrib dan berat badan tetap aman hingga akhir bulan.***