

inNalar.com – Tidak hanya Pulau Jawa yang terikat sejarah perkeretaapian, Sumatera Barat juga memiliki kisah stasiun kereta api tua yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Dahulu pangkalan perhentian yang satu ini bernama Pulau Air atau Pulau Aie, berlokasi di Kota Padang dan kini masuk dalam daftar stasiun kereta tertua di Sumatera Barat.
Dilansir dari laman Portal Informasi Indonesia, Stasiun Kereta Api di Padang ini menjadi bagian dari jaringan pembangunan jalur kereta api pertama di wilayah Sumatera Barat.
Terminal ini dibangun oleh Sumatra Staatspoorwegen pada 1891, sebuah perusahaan industri kereta api di bawah kepemimpinan Pemerintah Hindia Belanda.
Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda bermaksud membuka jalur angkut hasil bumi batu bara dan juga penumpang orang menuju Pelabuhan Muaro dan Emmahaven yang seluruhnya ada di Kota Padang, Sumatera Barat.
Pembangunan pangkalan kereta api ini kemudian memiliki bentang 70 kilometer dari Stasiun Pulau Air menuju pemberhentian selanjutnya di Padang Panjang.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, lama kelamaan stasiun ini pun ditinggalkan dan tidak digunakan lagi sejak 1977.
Setelahnya, Pemerintah Kota Padang diketahui telah memasukkan stasiun kereta api ini ke dalam daftar cagar budaya.
Kabar gembira kembali muncul ketika Bandara Internasional Minangkabau memutuskan untuk membuka integrasi jalur kereta api.
Perencanaan tersebut akhirnya mendorong PT KAI menggelontorkan dana Rp40 miliar guna memugar kembali stasiun kuno, salah satunya adalah Stasiun Kereta Api Pulau Air di Kota Padang.
Namun proses pemugaran tidak semudah yang dibayangkan, bencana alam gempa bumi di Sumatera Barat yang terjadi pada tahun 2009 membuat reaktivasi tersendat usai 1 tahun digarap.
Akan tetapi dengan anggaran dana fantastis tersebut, akhirnya pihak PT KAI membangun rel kereta api yang baru sepanjang 2,5 kilometer dari Stasiun Pulau Air.
Kini, usai 44 tahun mengalami mati suri akhirnya terminal kereta api berhasil diuji coba kembali pada 7 Maret 2020. Adapun bentuk gaya bangunannya masih mempertahankan peninggalan khas Belanda.
Pengguna stasiun akan tetap melihat pintu dan jendela raksasa khas gaya arsitektur Belanda, bedanya dengan fasilitas yang lebih lengkap dan peralatan yang lebih modern.
Meski menyandang sebagai stasiun tertua di Sumatera Barat, terminal ini sudah aktif beroperasi kembali sejak 10 Februari 2021.
Adapun rute yang disediakan adalah dari Pulau Air menuju Bandara Internasional Minangkabau dengan moda transportasi Minangkabau Ekspres.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi