

inNalar.com – Pada materi khutbah Jumat singkat dan padat ini, akan membahas mengenai kiat menjadi guru yang mampu tebarkan banyak manfaat dunia akhirat.
Sebagai mukmin merupakan guru bagi mukmin lainnya dan diri sendiri. Hal ini akan dijelaskan pada khutbah Jumat kali ini.
Pada khutbah Jumat ini juga akan menerangkan bagaimana menjadi guru yang bisa bermanfaat di dunia dan akhirat sesuai ketentuan islam.
Dilansir NU online, akan menjelaskan secara padat dan singkat khutbah Jumat tentang menjadi guru yang baik sesuai ketentuan islam.
Dengan adanya khutbah Jumat ini, diharapkan umat muslim di Indonesia bisa menjadi guru dengan akhlak yang sesuai syariat islam.
Kemudian pembahasan khutbah Jumat ini juga, bisa memberikan pengetahuan mengenai pentingnya peran guru pada agama islam.
Oleh karena itu, simak berikut khutbah jumat singkat dan padat dengan tema menjadi guru yang baik dan bermanfaat dunia akhirat.
Teks khutbah Jumat tentang guru
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Para jamaan Jumat yang berbahagia, mari ucapkan kalimat Alhamdulillahi rabbil alamin sebagai rasa syukur kepada Allah swt atas nikmat yang tak terhingga.
Dengan rasa syukur, diharapkan ketakwaan kita kepada Allah swt mampu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Memanfaatkan Waktu dengan Bijak dalam Keseharian
Meningkatkan ketakwaan juga sangat penting, khususnya di dunia yang terus berubah ini.
Oleh karena itu, menyiapkan bekal akhlak yang berbasis iman dan takwa, merupakan pr bersama sebagai umat muslim, khususnya pada guru atau pendidik.
Jamah Jumat yang berbahagia, seorang guru menjadi perofesi sangat penting dalam pembentukan dan pengembangan ilmu serta akhlak murid. Seperti halnya Nabi Muhammad sebagai guru umat Islam:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: Sesungguhnya, aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak (HR Ahmad).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius Hari Ini, 25 November 2022: Jangan Merusak Hubungan Anda Karena Ini
Hal tersebut menjadi bukti bahwa nabi Muhammad SAW bertugas atau mengajarkan untuk mengubah akhlak umat muslim di dunia.
Maka dengan itu, bisa disimpulkan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mengajar materi ilmu m, namun harus mampu membentuk akhlak sesuai tuntunan Islam kepada muridnya.
Apalagi di dunia dengan perkembangan digital yang pesat, membuat misi guru kian berat. Namun, dapat menjadi bekal kebaikan di dunia dan akhirat.
Guna menjadi seorang guru yang bisa memberi manfaat tidak hanya kepada materi ilmu, tapi juga kepada perkembangan akhlak islam. Maka terdapat empat hal yang harus dikuasai.
Baca Juga: Hasil Akhir 2-0 Brasil vs Serbia di Grup G Piala Dunia 2022: Brace Richarlison Bawa Tim Samba Raih Kemenangan
1. Kompetensi kepribadian
Sebagai seorang guru, hendaknya ia memiliki kepribadian yang berakhlak islam baik, dewasa, stabil serta menjadi contoh baik bagi muridnya.
2. Kompetensi pedagogis
Kompetensi ini memiliki arti yakni kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, dengan menjadi fasilitator untuk memunculkan keunggulan dan potensi pada murid.
3. Kompetensi sosial
Selanjutnya adalah kemampuan guru dalam hal komunikasi dengan guru lainnya dan para murid.
4. Kompetensi profesional
Terakhir yaitu, pemahaman seorang guru pada bidang ilmu yang diampu dan metode pengajaran yang baik.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Bagikan Tips Kunci Hidup Sukses Dunia Akhirat dengan Percaya pada Hal Ini
Jamaah Jumat yang berbahagia, Allah SWT telah mengaugerahi ilmu kepada para guru. Dimana itu merupakan kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk meraih kebaikan di dunia dan akhirat.
Selain itu, guru yang merupakan fasilitator ilmu kepada murid. Maka tidak heran guru sangat dihormati di tengah masyarakat, sesuai firman Allah swt dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Baca Juga: Kunci Jawaban dari Buku Matematika Kelas 5 SD: Uji Kompetensi Pilihan Ganda Halaman 43
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Jamaah Jumat yang berbahagia, mudah-mudahan Allah senantiasa menganiherahi guru-guru hebat yang mampu membawa generasi muda dengan akhlak mulia dan kecerdasan pada ilmu pengetahuan. Amin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
***