

inNalar.com -Sumatera Selatan akan segera memiliki infrastruktur transportasi baru berupa jalan tol senilai Rp33,12 triliun. Proyek ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antardaerah menjadi jauh lebih efisien.
Jalan tol ini diberi nama Jalan Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu, yang dirancang untuk menghubungkan dua provinsi penting di Pulau Sumatera, yaitu Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Dengan anggaran investasi yang mencapai Rp33,12 triliun, jalan tol ini menjadi salah satu proyek transportasi terbesar di wilayah Sumatera.
Baca Juga: Kisah Sukses Pelaku Usaha Berkembang Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
Berdasarkan informasi dari laman resmi BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), dana ini diarahkan untuk mendukung peningkatan konektivitas antardaerah sekaligus mempercepat perjalanan bagi masyarakat.
Saat ini, perjalanan darat dari Lubuk Linggau menuju Bengkulu memakan waktu hingga 3-4 jam. Namun, berkat kehadiran jalan tol ini, waktu tempuh akan berkurang drastis menjadi hanya sekitar 1-2 jam.
Tak hanya menawarkan efisiensi waktu, pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi perekonomian lokal.
Baca Juga: Di Balik Megahnya Bendungan Termahal di Jawa Barat, Begini Nasib Warga Terdampak Usai Peresmian
Dengan meningkatkan aksesibilitas, wilayah seperti Lubuk Linggau, yang terletak strategis di antara Bengkulu dan Palembang, berpotensi menjadi pusat ekonomi baru.
Proyek ini terbagi menjadi tiga seksi pembangunan:
1. Seksi 3: Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung
Bagian sepanjang 16,7 kilometer ini telah diresmikan pada Juli 2023.
2. Seksi 1: Lubuk Linggau – Kepahiang
Membentang sejauh 54,5 kilometer, seksi ini tengah dalam tahap persiapan lebih lanjut.
3. Seksi 2: Kepahiang – Taba Penanjung
Dengan panjang 24,6 kilometer, bagian ini sedang dalam proses konstruksi aktif.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada optimalisasi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan ekonomi daerah.
Dengan adanya tol ini, konektivitas lintas provinsi diharapkan semakin baik, mendukung distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan pariwisata di kawasan sekitar.
*** (Meyra Pangestika)