Masuk Anggaran Rp2,7 Triliun, Pembangunan Jembatan di Sumatera Utara Sempat Mandek Setahun, Terancam Gagal?

InNalar.com – Pembangunan jembatan di Sumatera Utara yang sempat mandek selama setahun lalu dilanjutkan kembali.

Namun, info terbarunya, pembangunan jembatan di Sungai Oyo Nias Barat ini terancam gagal.

Jembatan Sungai Oyo yang terletak di Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat.

Baca Juga: Habiskan Rp66 Miliar! Jembatan Sei Puting di Kalimantan Selatan Ini Dibangun Tanpa Dana APBN, Ternyata…

Pembangunan proyek tersebut masuk anggaran sebesar Rp2,7 triliun yang merupakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Jembatan tersebut, sempat mandek selama satu tahun mulai dikerjakan kembali pada 24 Agustus 2023.

Lanjutan dari pembangunan jembatan di Sumatera Utara itu, terjadi setelah adanya musyawarah yang dilakukan dengan PT. Pijar Utama.

Baca Juga: Mangkrak! Jembatan Pamuruyan Sukabumi Hanguskan Rp18,49 Miliar Tapi Tak Sesuai Target, Upah Pekerja Mandek?

Musyawarah tersebut tidak hanya dihadiri oleh PT. Pijar Utama namun dihadiri pula dengan masyarakat penghubat tanah untuk proyek tersebut.

Pada waktu lalu, pembangunan jembatan tersebut dengan lebar 7 meter sempat tertunda.

Keterlambatan tersebut sempat diprotes oleh masyarakat. Terhambatnya pembangunan jembatan, terjadi karena adanya kewajiban pemenang tender yang belum selesai.

Baca Juga: Jembatan di Sukabumi Amblas Padahal Baru Pondasi, Warga Kritik dan Kecam Anggaran Rp19,49 Miliar Raib!

Marlindo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan kepada masyarakat disela musyawarah mengenai alasan pengerjaan bisa tertunda.

Marlindo mengatakan bahwa tertundanya jembatan tersebut karena adanya keterbatasan dari modal yang berasal dari pemenang tender.

Selain itu, tender yang awalnya dimenangkan oleh salah satu pengembang feri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun, disebabkan mahalnya harga dari bahan bangunan yang ada di Pulau Nias, sehingga disolusikan untuk melakukan kongsi dengan PT. Pijar Utama.

Kerjasama tersebut dilakukan agar pembangunan jembatan bisa dituntaskan dengan segera.

Dalam website resmi pemerintah kabupaten Nias Barat disampaikan bahwa jembatan Sungai Oyo merupakan bagian dari proyek senilai 2,7 triliun.

Pada awalnya, lanjutan dari pembangunan jembatan ini sudah tidak ada hambatan.

Hal itu karena lahan sudah dibebaskan dan dihibahkan oleh pemilik lahan di wilayah pengerjaan jembatan.

Benny Harianto Sihotang selaku Ketua Komisi DPRD Provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal pembangunan jembatan ini.

Selain itu, dirinya berharap agar pihak dari PT. Pijar segera memulai dan menyelesaikan pembangunan dengan nada kontrak hingga bulan Desember 2023.

Akan tetapi, hingga bulan Oktober 2023 ini  Jembatan Sungai Oyo di Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat, belum juga dimulai.

Dari lokasi pembangunan, proyek jembatan yang telah terpasang pagar seng namun belum ada bahan material.

Padahal seharusnya pelaksanaan fisik yang disesuaikan dengan kontrak harus selesai pada akhir Desember 2023.

Baca Juga: Jembatan Pamuruyan Sukabumi Terbengkalai, Keringat Buruh Mengering Tapi Upah Tak Dibayar Rp4,5 Juta

Temazaro Gea, tim Koordinator dari PSDA Provinsi Sumut menyayangkan pembangunan dari jembatan di Sungai Oyo yang hingga saat ini belum direalisasikan.

Temazaro Gea juga mengatakan bahwa jembatan permanen ini menjadi kebutuhan untuk warga di daerah tersebut.

Sebab jembatan tersebut, selama ini masih dalam keadaan rusak sehingga membahayakan bagi pengendara roda 2 dan roda 4.

Pembangunan jembatan di Provinsi Sumatera Utara memang ditangani oleh provinsi, akan tetapi masyarakat lah yang bisa menilai keberadaannya di lapangan.

Rizak Taruna Zega selaku Kepala UPTD Gunungsitoli Dinas PUPR terus memastikan pembangunan jembatan akan terealisasi pada tahun ini.

Namun, sangat disayangkan pihak rekanan belum memulai proyek jembatan tersebut.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]