

inNalar.com – Mason Mount menjadi perbincangan setelah penampilan debutnya di Manchester United dianggap kurang memuaskan dibandingkan harga transfernya yang mencapai 60 Juta Euro.
Banyak video yang berhamburan dimedia social baik di Twitter, Facebook, Tiktok, dan Youtube yang menunjukan penampilan yang kurang memuaskan dari Mason Mount di Manchester United.
Tentunya hal ini dapat dimaklumi dikarenakan Mason Mount adalah pemain baru dari Manchester United yang harus menyesuaikan diri dengan pola permainan Erick Ten Hag ditambah lagi ia baru sembuh dari cedera.
Namun tak sedikit juga yang langsung mencibir Mason Mount dengan julukan Lord baru Manchester United setelah beberapa bukti video yang menunjukan ia gagal menyelesaikan peluang emas didepan gawang.
Ada juga yang mencibir Mason Mount sebagai pembelian yang Overprice dan juga mengaitkan dengan nomor punggung 7 yang dianggap terlalu berat untuk digunakan oleh Mason Mount, dikarenakan pemain terakhir yang menggunakan nomor punggung 7 adalah Cristiano Ronaldo di Manchester United.
Tak sedikit pula yang tetap membela Mason Mount dan memberikan dukungan kepadanya dikarenakn ini barulah pertandingan pramusim dan ia masih punya banyak waktu untuk beradaptasi dengan Manchester United.
Mason Mount sendiri menepis performanya yang buruk dimana setelah pertandingan ia diinterview oleh Manchester United TV bahwa ia mengaku puas dengan peran barunya dibawah Erick Ten Hag dan posisi yang membangun permain dengan sedikit turun ke dalam.
Perbedaan peran dan posisi inilah yang begitu mencolok dari peran Mason Mount di Chelsea dan Manchester United yang membuat Mason Mount harus lebih beradaptasi dengan pola permain Erick Ten Hag dimusim depan.
Posisi Mason Mount di Chelsea sendiri lebih berperan sebagai Attacking Midfielder atau berada di belakang Striker baik pada eranya Lampard maupun Graham Poter.
Sedangkan posisi yang berbeda dimainkan oleh Mason Mount di Manchester United dengan peran yang jauh lebih kedalam atau Centre Midfielder dimana ia diharapkan mampu menggantikan peran Eriksen.
Pada pertandingan debutnya memang Mason Mount tidak bisa mencetak gol maupun assist namun ia menjadi penghubung lini tengah yang cukup baik pada pertandingan tersebut.
Ditambah lagi jumlah menit bermain yang diberikan dalam debutnya yaitu 45 menit yang dimana merupakan menit yang terbilang singkat untuk pemain baru.
Tentunya harapan yang sangatlah besar terhadap pemain muda satu ini agar dapat menyempurnakan permainan Manchester United yang dimusim depan akan bermain di Liga Champions, FA Cup dan Carabao Cup tentunya.
Harga yang cukup tinggi untuk pemain yang berasal dari Inggris tentunya ekspetasi besar dari para fans Manchester United untuk Mason Mount yang diharapkan mampu meneruskan legacy nomor punggung 7 yang keramat di Manchester United.
Menarik menantikan permainan selanjutnya Mason Mount apakah dia akan layak disebut pembelian sukses Manchester United atau justru menjadi Lord baru Manchester United.**(Septian Arya Budi Mahesa)