

inNalar.com – Puasa Qadha adalah puasa yang dilaksanakan untuk membayar utang puasa wajib yang dilaksanakan pada waktu bulan Ramadhan.
Hal ini merupakan salah satu cara Allah SWT dalam memberikan keringanan bagi para kaum muslimin dan muslimah di seluruh penjuru dunia.
Artikel ini akan mengulas bacaan niat dan tata cara pelaksanaan puasa qadha untuk mengganti utang puasa Ramadhan.
Seperti diketahui, pada bulan Ramadhan ada beberapa orang yang tak bisa menjalankan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, biasanya karena ada uzur dalam diri seseorang tersebut.
Namun, perlu ada catatan bagi orang yang tidak menjalankan puasa Ramadhan penuh satu bulan untuk wajib menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadhan. Utang puasa harus dibayar sesuai dengan yang ia tinggalkan, misal tak puasa 7 hari, maka ia wajib mengganti 7 hari puasa qadha tersebut.
Adapun kewajiban membaca doa niat qadha puas Ramadhan dan melaksanakannya merupakan perintah Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 184, Allah SWT berfirman bahwa wajib bagi setiap umat muslim menjalani puasa ganti puasa Ramadhan bagi yang mampu melaksanakannya.
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn.
Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah Ayat 184).
Jika tidak mampu melaksanakan puasa ganti puasa Ramadhan, maka bisa membayar fidyah atau memberi makan orang miskin. Namun akan lebih baik jika menggantinya dengan puasa.
Niat Puasa Qadha Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha Ramadhan
Ada beberapa pendapat ulama terkait tata cara melaksanakan puasa qadha Ramadhan, berikut dirangkum inNalar.com dari berbagai sumber, simak dibawah ini;
1. Jika hari puasa yang ditinggalkan berurutan maka untuk menggantinya dengan berurutan pula. Pendapat ini mengatakan bahwa qadha merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan sehingga wajib dilakukan secara berurutan pula.
2. Pelaksanaan puasa qadha tidak harus dilakukan secara berurutan. Pendapat ini menguatkan pernyataan tentang tidak adanya dalil yang menegaskan bahwa qadha puasa wajib dilaksanakan sebanyak jumlah hari yang telah ditinggalkan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa qadha boleh dilakukan secara terpisah (tidak berurutan). Dari Ibnu Umar Rasulullah SAW bersabda:
“Qadha puasa Ramadhan itu jika ia berkehendak maka boleh melakukannya secara terpisah dan jika ia berkehendak maka ia boleh juga melakukan secara berurutan.” (HR. Daruquthni).
Baca Juga: Kilas Ramadhan 2022, Berikut Ini Kisah Perpindahan Arah Kiblat pada 15 Sya’ban Tahun 12 Hijriyah
Dari kedua pendapat di atas, seseorang boleh memilih salah satu dari keduanya. Baik secara berurutan maupun tidak berurutan. Terkait waktunya untuk melaksanakan puasa qadha Ramdahan, yakni antara bulan Syawal hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi