Marko Simic Henkang dari Persija Jakarta dan Akui Tak Digaji selama Setahun, Benarkah Demikian?

inNalar.com – Marko Simic pemain bola professional asal Kroasia yang bermain sejak tahun 2018 untuk Persija Jakarta di Liga 1 Indonesia akhirnya hengkang dari tim ibu kota, dirinya juga mengaku tak digaji selama setahun.
 
Peraih top skor klub berjuluk Macan Kemayoran itu menyampaikan alasannya mundur karena pihak menejemen klub telah melanggar kontrak, yaitu seperti yang tersebut dalam pengakuannya di atas.
 
Marko Simic menyatakan bahwa dirinya dengan berat hati harus mengambil tindakan mengakhiri perjanjian kerja secara sepihak dengan Persija Jakarta, baginya kebenaran ini harus diketahui agar bisa difahami.
 
 
Pemain bola yang akrab disapa dengan Super Simic ini juga menyampaikan bahwa keputusan yang diambilnya sangat sulit, dirinya juga terus mengenang momen-momen indah bersama klub Macan Kemayoran.
 
Marko Simic adalah ahli penyerang yang lahir di daerah Pakrac Kroasia 23 Januari 1988 memiliki tinggi badan 1,87 meter, sebelum bergabung di Persija Jakarta dirinya merumput di NK Inter Zaprešić dan pernah juga untuk FC Khimki.
 
Peraih top skor terbanyak di klub Macan Kemayoran itu juga menerangkan bahwa belakangan dirinya hanya disiapkan untuk bermain sebagai cadangan karena sebab menagih apa yang sebenarnya menjadi haknya.
 
 
Dikutip inNalar.com dari artikel Literasi News berjudulMengaku Tidak Digaji Selama 1 Tahun, Marko Simic Mundur Dari Persija Jakarta, Ini Penjelasannya ” pada Rabu, 27 April 2022 empat tahun setengah dirinya bersama Tim Ibu Kota.
 
“Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi, momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu dan rekor yang saya pecahkan, ini merupakan keputusan tersulit dalam hidup saya,” jelas Marko Simic.
 
Selain itu, dirinya menjelaskan penyebab dirinya dibangkucadangkan karena menuntut haknya sebagai pemain dan memilih keluar untuk menyelamatkan kariernya.
 
“Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya harus melangkah,” jelasnya.
 
 
“Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak untuk saya dapatkan. Saya berada dalam situasi yang berat dan sulit pada tahun ini. Beberapa orang telah mebahayakan karier saya dan hal ini tidak bisa saya terima,” sambungnya.
 
Sementara itu, Marko Simic memberikan pesan terakhir untuk para fans bahwa dirinya akan selalu mengingat momen indah bersama Persija Jakarta.
 
“Saya akan selalu mengingat momen indah bersama kamu semua selamanya. Dengan tulus, dan akan selalu menjadi Super Simic-mu, Marko Simic,” tutupnya.***
 
(Robby Rizki Armani/Literasi News)
 

Rekomendasi