Maritim RI Makin Kuat! Indonesia Gandeng Turki Buat Kapal Cepat Rudal Sepanjang 70 Meter

inNalar.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, memulai kerja sama dengan galangan kapal terkenal dari Turki yakni TAIS Shipyards, untuk mulai membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) Full Combat Mission.

Acara pemotongan baja pertama untuk Kapal Cepat Rudal-Full Combat Mission dari Turki ini menjadi momen penting dalam tradisi pembangunan kapal perang TNI Angkatan Laut.

Proses pembangunan kapal cepat dimulai dengan pemotongan baja pertama pada Rabu (30/10) di CNC Workshop Sefine Shipyard, Turki.

Baca Juga: Sedikit Lagi! Bendungan Sidan di Bali Bakal Rampung, Mampu Pasok Air Baku hingga 1.750 Liter per Detik

Pemotongan baja pertama ini merupakan salah satu dari empat tahapan utama dalam pembangunan kapal perang, yang meliputi pemotongan baja awal (first steel cutting).

Kemudian peletakan lunas kapal (keel laying), peluncuran kapal (launching), dan penamaan kapal (ship naming).

Setelah tahap-tahap tersebut, kapal akan menjalani pengiriman dan uji coba operasional sebelum akhirnya diserahkan (delivery) dari galangan ke Kementerian Pertahanan.

Baca Juga: Sedot Investasi USD 90 Juta! Turkmenistan Punya Bianglala Indoor Terbesar di Dunia

Kemudian diterima oleh TNI Angkatan Laut untuk siap digunakan.

Proyek maritim pembangunan Kapal Cepat Rudah-Full Combat Mission diharapkan dapat memperkuat perlindungan maritim Indonesia.

Selain itu juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pertahanan negara, khususnya di bidang maritim.

Baca Juga: Transhipment Terbesar di Asia, Singapura Belah Lautan Demi Pelabuhan Otomatis: Kapasitas 65 Juta TEUs!

Pemilihan galangan kapal ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Turki.

Kapal Cepat Rudal ini dirancang canggih dan dilengkapi dengan perlengkapan tempur yang lengkap.

Seperti yang tercermin dalam namanya, KCR-Full Combat Mission juga memiliki kecepatan tinggi, yang akan memperkuat pertahanan laut Indonesia.

Baca Juga: Patut Ditiru RI! Singapura Lawan Suhu Panas Lewat Penerapan Sains Dasar Pada Proyek Skala Nasional

Melihat prospek tersebut, Kemhan RI memesan dua kapal dengan lebar 11,7 meter dan panjang mencapai 70 meter.

Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 40 knot dan dapat mengangkut 43 personel.

Pada acara Pemotongan Baja Pertama, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan TAIS Shipyards dalam membangun KCR Full Combat Mission.

Baca Juga: Sabet Penghargaan WEPs Awards 2024, BRI Kian Cemerlang dalam Pemberdayaan Perempuan

Kabaranahan Kemhan juga menyampaikan apresiasinya serta ucapan terima kasih kepada Dirut Perusahaan TAIS Shipyards dan seluruh delegasi dari Kementerian Pertahanan, Kemaritiman Turki, jajaran AL dari Turki, serta semua pihak yang terkait dalam proyek besar ini.

Acara pemotongan baja pertama KCR-Full Combat juga dihadiri oleh Ahmad Rizal Purnama selaku Dibes RI, Mr. Demir Kologlu selaku CEO Sefine, serta Mr. Suleyman selaku General Manager Sefine.

Selain itu, hadir pula Kepala Departemen AL, SSB dari pemerintah Turki, Mr. Bilkutay Yilmaz, bersama beberapa perwakilan lainnya.

Perwakilan dari Angkatan Laut dan Industri Pertahanan Turki, delegasi Kementerian Pertahanan Indonesia, serta Angkatan Laut Indonesia juga turut hadir dalam acara ini.

Hingga saat ini, Kemhan RI belum memberikan informasi lebih rinci mengenai nilai kontrak, kerja sama alih teknologi atau ofset yang telah disepakati.

Terkait target penyelesaian pembangunan dua kapal cepat pesanan tersebut masih belum diumumkan.*** (Aliya Farras Prastina)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]