Mantan Presiden FIFA Mengaku Menyesal Tempatkan Piala Dunia 2022 di Qatar, Afif Xavi Sebut Keluhannya


inNalar.com
– Piala Dunia 2022 akhirnya memilih Qatar sebagai tuan rumah. Setelah kurang lebih 20 tahun lamanya akhirnya Piala Dunia kembali ke tanah Asia.

Terakhir, pesta sepakbola akbar empat tahunan itu dihelat di Benua Kuning pada tahun 2002 dengan Korea dan Jepang sebagai tuan rumah. Setelah penantian panjang itu akhirnya untuk pertama kalinya Piala Dunia dihelat di Qatar.

Kendati kontroversinya banyak, akan tetapi euforia dan semangat orang-orang yang menyambut kedatangan Piala Dunia 2022 juga banyak mengingat beberapa tahun terakhir banyak olahraga dan pergelaran akbar harus terhenti karena pandemi.

Baca Juga: Prediksi Qatar vs Ekuador di Piala Dunia 2022: Ini Head to Head dan Susunan Pemain Menjelang Pertandingan

Menelaah Persiapan Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Sejak resmi ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada tahun 2010, Qatar langsung berbenah diri. Berbagai sarana dan prasarana untuk menggelar event sepak bola empat tahunan itu dipersiapkan.

Tak tanggung-tanggung, negara Qatar membangun delapan stadion megah yang akan digunakan untuk bertanding para pemain di Piala Dunia 2022. Tak hanya itu infrastruktur lain seperti jalan dan penginapan juga turut dibangun.

Namun,  jauh sebelum itu, pada tahun 2004 Qatar sudah membangun sebuah akademi yang sangat terkenal sampai sekarang yaitu Expayer Academy.

Baca Juga: Resep Siomay Ikan Tenggiri, Lengkap dengan Resep Bumbu Kacang Khas Bandung Rasa Premium Modal Murah

Di mana talenta-talenta di Qatar dilatih menjadi lebih bagus dengan pelatih-pelatih didatangkan langsung dari Eropa.

Jadi, penobatan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 bukan karena kebetulan. Qatar sudah memperbaiki sepak bola mereka sejak lama. Pun, itu menjadi hal yang menarik mengingat ini untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di tanah Arab.

Lantas Apakah Pergelaran Piala Dunia Qatar akan Seantusias seperti di Amerika Latin atau di Eropa?

Sayangnya euforia piala dunia Qatar ini tidak hanya diwarnai berita-berita positif, akan tetapi juga berita-berita kontroversial.

Baca Juga: Rooney Memberi Tanggapan Alexander-Arnold Ikut Piala Dunia 2022 Bersama Skuad Inggris, Begini Katanya

Bahkan, statement terakhir yang dikeluarkan oleh Sepp Blatter adalah dirinya mengaku menyesal sudah memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Mengapa?

Mengutip dari Youtube Rans Entertainment, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi agar pecinta sepak bola bisa menikmati Piala Dunia 2022.

Hal itu disampaikan oleh salah satu Pengamat Sepak Bola di Indonesia, Afif Xavi. 

Baca Juga: Ogah Lagi Main Layar Lebar, Mayang: Cukup Jadi Pengalaman Aja, kan Aku juga Kuliah

“Kalau di Qatar kan banyak ya itu isu-isu ada beberapa yang human risk. Tapi jangan pernah meragukan Qatar sebagai negara kaya. Terbukti ketika mereka ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia banyak stadion dibangun,” ujar Afif Xavi dikutip dari kanal Youtube Rans Entertainment.

“Masalahnya adalah, stadion untuk piala dunia ada delapan. Ada yang kapasitasnya 80 ribu penonton, ada juga yang 40 ribu, ini kaya yang jauh-jauh gitu jaraknya,” tambah Afif Xafi.

Menurut Afif Xavi, bagi pemain hal itu mungkin tidak terlalu jadi masalah, mereka hanya perlu adaptasi dengan suhu dan di stadion juga tersedia AC bagi penonton.

Baca Juga: Menuju Piala Dunia 2022 Neymar Ungkap Pesan Haru, Sebut Tak Jamin Bela Brasil Lagi di World Cup

Permasalahannya adalah untuk hal-hal seperti jarak, jajanan, dan penginapan. Kemungkinan karena alasan itu nantinya yang menonton Piala Dunia 2022 di Qatar kalau tidak media ya orang-orang kaya.

Akan susah bagi orang biasa karena penginapan jauh. Tentu kendala itu menjadi tantangan bagi pecinta bola agar bisa menikmati Piala Dunia Qatar 2022.

***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]