Mangkrak Selama 40 tahun, Stasiun Garut Ini Dijuluki Sebagai Stasiun Termegah di Jawa Barat

inNalar.com – Stasiun Garut yang sudah tidak beroperasi selama 40 tahun, dikatakan menjadi stasiun termegah di Jawa Barat, bahkan Indonesia.

Terakhir kali stasiun digunakan pada tahun 1983, pembukaan Stasiun Garut kembali membuat warga antusias.

Stasiun ini memiliki jalur yang menyambung ke Cibatu, ditambah dengan pembukaan kembali dua stasiun lainnya yaitu Wanaraja dan Pasirjengkol.

Baca Juga: Inilah Perguruan Silat Historis di Jawa Timur yang Ikut Mendirikan IPSI

Stasiun Garut kini memiliki bangunan baru dengan berbagai fasilitas, seperti ruang VIP, masjid, area UMKM, dan lain-lain. KAI juga menjaga keaslian gedung Stasiun Garut yang lama sebagai bentuk pelestarian bangunan bersejarah.

Masjid yang didirikan di stasiun ini adalah Masjid Al-Barru, di mana dibangun di tempat berdirinya masjid Stasiun Cibatu sebelumnya.

Pengoperasian KA ini bertujuan untuk menyediakan jasa transportasi kereta api yang terjangkau bagi masyarakat sekitar Garut, serta membantu meningkatkan perekonomian daerah melalui UMKM.

Baca Juga: Bak Eropa, Siapa Sangka Perumahan Elit Ini Ternyata Ada di Papua

Bupati Garut sendiri menyatakan bahwa PT KAI membangun kembali stasiun ini untuk menjadi yang termegah se-Indonesia.

Dikatakan, stasiun ini megah bagaikan mall karena memiliki total tiga lantai dengan arsitektur modern.

Stasiun ini mengalami renovasi menyeluruh sebagai bagian dari reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut. Semua bangunan di atas lahan PT KAI harus dibongkar, termasuk bangunan di sekitar rumah dinas peninggalan Staatsspoorwegen dan bangunan stasiun yang telah dirobohkan.

Baca Juga: Berdiri Selama Hampir 20 Tahun, Pondok Pesantren di Jawa Tengah Ini Santrinya Memakai Pakaian yang Unik

Setelah beroperasi, stasiun ini akan memiliki dua bangunan dan tiga jalur kereta api, termasuk jalur lurus. Rel kereta api menuju arah barat stasiun juga direaktivasi untuk mendukung gerak lokomotif dan rangkaian kereta.

Peresmian jalur KA Cibatu-Garut awalnya dijadwalkan pada akhir Februari atau awal Maret 2020, namun ditunda menunggu perizinan dari Kementerian Perhubungan.

Setelah pandemi Covid-19 menyebabkan penundaan peresmian stasiun dan jalur kereta api Cibatu-Garut, akhirnya, stasiun ini resmi dibuka pada 24 Maret 2022.

Pengunjung yang memasuki stasiun akan terpukau dengan interior Stasiun Garut yang memiliki atap dengan gaya arsitektur Gothic frame canopy.

Sedangkan, Stasiun Garut lama masih dipengaruhi oleh gaya arsitektur Artdeco, sama halnya dengan stasiun Blitar. Gaya ini menampilkan kesan modern dan glamor dengan penggunaan bahan-bahan seperti marmer, logam, dan kaca.

Pemerintah setempat pun meminta masyarakat untuk melestarikan dan menjaga keasrian sekitar stasiun yang baru beroperasi selama setahun setengah ini.***

Rekomendasi