Mangkrak 3 Tahun, Pembangunan Jembatan Rp6 Miliar di Sulawesi Selatan Melewati Batas Kontrak

inNalar.com – Kegiatan pembangunan jembatan yang menguhubungkan Kampung Tokkonan dan Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan mangkrak.

Bahan pembangunan jembatan di Sulawesi Selatan tersebut tersebut dibiarkan mangkrak begitu saja, meski masyarakat yang ada disana sangat tergantung adanya jembatan penghubung tersebut.

Tentunya jembatan itu diharapkan menjadi akses keluar masuk kampung. Bahkan bisa menjadi akses terdekat menuju pusat kota Kabupaten Enrekang.

Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo Jadi Model Video Adzan RCTI, Politik Identitas?

Dampak yang ditimbulkan akibat mangkraknya pembangunan yaitu masyarakat yang berada di kampung kecil Sulawesi Selatan kesusahan untuk memasarkan hasil panennya.

Tidak hanya itu, dampak yang ditimbulkan selanjutnya akibat penurunan dari hasil panen tentunya juga berdampak pada masalah perekonomian.

Mengingat para penduduk yang mencari nafkah dengan dengan cara menjual hasil panen tentunya akan mendapatkan uang yang sedikit.

Baca Juga: Kumpulan Jokes Bapak-bapak Kocak, Cocok untuk Bahan Candaan di Status Facebook, WhatsApp dan Tongkrongan

Diketahui banyaknya besi dan juga tiang yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan jembatan yang terletak di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan berada di pinggir jalan.

Pembangunan jembatan dilakukan oleh perusahaan swasta yang bernama CV. Bina Karya, molornya pengerjaan pembangunan membuat kesulitan masyarakat yang ada di sana.

Anggaran yang digelontorkan untuk pelaksanaan pembangunan Jembatan yang terletak Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan yakni sebesar Rp 5,9 miliar.

Baca Juga: Jalan Tol Terapung Termahal di Bali Ini Dibangun Hanya dengan Waktu Singkat! Mempunyai Akses Roda Dua?

Anggaran tersebut hampir mencapai angka Rp6 miliar tersebut rugikan negara dan pelaksanaan pembangunan tidak berjalan dengan lancar.

Bahkan proyek pembangunan jembatan penghubung ke Kabupaten Enrekang tersebut sudah dimulai sejak tahun 2021 sampai saat ini pembangunan tidak dilanjutkan.

Membuat banguna jemabtan tersebut mangkrak dan tidka dapat digunakan, tentunya pembangunan yang gagal tersebut membuat masyarakat yang ada di Kabupaten Enrekang kecewa, bahkan pelaksanaan pembangunan jembatan sudah melewati batas kontrak

Mengingat akses jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tersebut sebagai akses yang mudah untuk dilalui.

Selain mempersingkat waktu perjalanan juga dapat mendorong perekonomian di kampung kecil yang terletak di Sulawesi Selatan tersebut.

Sehingga masyarakat dapat sejahtera dan pemerataan pembangunan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada di kampung kecil Sulawesi Selatan.***

 

Rekomendasi