Mangkrak 16 Tahun hingga 3 Kali Ganti Bupati, Pembangunan Jalan Rp159 M di Maluku Utara Belum Rampung

inNalar.com – Pengerjaan pembanguanan jalan yang berada di Maluku Utara total anggaran yang telah dialokasikan mencapai miliaran rupiah.

Padahal pembangunan jalan yang ada di Maluku Utara ini sudah dinantikan cukup lama oleh penduduk yang ada disana.

Selain dapat menyongkong ekonomi yang strategis pembangunan jalan di Maluku Utara juga merupakan sebuah bentuk dari pembangunan yang adil.

Baca Juga: Isu Gibran Menjadi Cawapres Prabowo Subianto Kembali Menguat, Ahmad Muzani: Sabar Tunggu Dulu!

Kegiatan pembangunan jalan yang berada di Maluku Utara tersebut berada di Goin Kedi yang sudah dilakukan cukup lama.

Tidak hanya pembangunan jalan saja yang tidak rampung hingga tahun 2023 ini tetapi juga pembangunan

Perlu diketahui bahwa sebuah proyek pembangunan jalan tersebut sudah dilakukan hingga tiga kali ganti bupati.

Baca Juga: Masjid Terbesar di Kalimantan Timur Ini Habiskan Dana Rp400 Miliar? Salah Satu yang Termegah se-Asia Tenggara

Meskipun sudah tiga kali ganti bupati sebuah proyek pembangunan jalan tersebut belum rampung sampai saat ini.

Perlu diketahui pembangunan jalan dapat memberikan dampak yang baik seperti adanya peningkatan ekonomi yang strategis.

Akses jalan yang memadai merupakan faktor paling penting adanya pembangunan selanjutnya.

Baca Juga: Anggarannya Rp1,24 Triliun, Bendungan Pertama di Kabupaten Baru Sulawesi Barat Ini Daya Tampungnya 65 Juta M3

Tentunya dengan akses yang mudah untuk dilalui juga dapat menggaet para investor untuk melakukan kegiatan pembangunan di Maluku Utara.

Sudah 16 tahun lamanya masyarakat menunggu adanya kerampungan dari pembangunan jalan tersebut.

Bahkan selama 16 tahun tersebut anggaran tetap rutin dikucurkan untuk pengerjaan, pembangunan yang tidak selesai dan tidak sesuai dengan kontrak membuat negara menjadi rugi.

Alasan selalu dilontarkan mulai dari hujan yang terus menerus dan tidak berhenti hingga cuaca panas yang melanda.

Diharapkan pembangunan jalan tersebut menggunakan material yang berkualitas dan pengerjaannya tidak asal jadi.

Menggunakan bahan-bahan material yang berkualitas juga dapat berdampak pada jalan tersebut menjadi kokoh dan tidak mudah berlubang.

Akibat dari pembangunan tak kunjung rampung tersebut membuat adanya keputusan mengenai denda yang harus dibayarkan.

Dilansir dari BPK total kucuran anggaran yang digunakan untuk pengerjaan dari pembangunan jalan di Maluku Utara sebesar Rp 159 miliar.***

 

Rekomendasi