Mampu Hasilkan Rp1,94 Triliun Per Bulan, Sektor Pertambangan di Jambi Alami Penurunan Nilai Ekspor Hingga…

inNalar.com – Jambi tak hanya dikenal sebagai provinsi yang miliki kekayaan budayanya saja, tetapi juga akan hasil tambangnya.

Terbukti dengan nilai ekspor di sektor pertambangan di Jambi yang cukup menjanjikan nilainya.

Pada bulan Maret 2023, sektor pertambangan memberikan kontribusi terbesar dalam total ekspor di Jambi.

Baca Juga: Ini Dia 11 Inspirasi Kuliner Khas Surabaya dengan Cita Rasa Istimewa yang Wajib Kamu Coba

Kontribusi nilai ekspor yang diberikan dari sektor pertambangan di Jambi mencapai 65,51 persen.

Kemudian, diikuti dengan sektor industri yang memberikan kontribusi nilai ekspor di Jambi mencapai 31,19 persen.

Sektor pertanian berada di urutan ketiga yang memberikan kontribusi nilai ekspor di Jambi sebesar 3,30 persen.

Baca Juga: Ini Dia 11 Inspirasi Kuliner Khas Surabaya dengan Cita Rasa Istimewa yang Wajib Kamu Coba

Adapun lima negara tujuan ekspor utama dan terbesar pada bulan Maret lalu yakni Cina, Thailand, India, dan Jepang.

Komoditi ekspor di sektor pertambangan di Jambi ini meliputi minyak bumi dan gas, Batu bara, dan lain sebagainya.

Negara yang menjadi tujuan ekspor di sektor pertambangan terbesar dengan komoditi migas adalah Singapura dengan nilai ekspor mencapai USD 57.770.528 atau sekitarRp883 miliar.

Baca Juga: Intip Keunikan Pasar Terapung di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Bagaimana Cara Transaksinya?

Kemudian negara tujuan ekspor di sektor pertambangan terbesar dengan komoditi batu bara adalah Cina dengan nilai ekspor mencapai USD 30.390.692 atau sekitar Rp464 miliar.

Sayangnya, nilai ekspor di sektor pertambangan di Jambi ini mengalami penurunan di bulan Maret jika dibandingkan dengan bulan Februari.

Penurunan nilai ekspor pada sektor pertambangan pada bulan Maret 2023 turun hingga 13,77 persen dari bulan Februari.

Menurut data dari https://jambi.bps.go.id/, nilai ekspor di Jambi pada sektor pertambangan di bulan Maret mencapai USD 127.278.013 atau sekitar Rp1,94 triliun.

Sementara itu, pada bulan Februari sendiri nilai ekspor yang dihasilkan mencapai USD 147.604.662 atau sekitar Rp2,25 triliun.

Penurunan nilai ekspor ini terjadi pada komoditi minyak bumi dan gas dan batu bara.***

 

Rekomendasi