

inNalar.com – Infrastruktur bendungan yang ada di Kabupaten Lampung Utara ini bernama Way Rarem, diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1984.
Maka tidak heran jika banyak yang menyebut Bendungan Way Rarem sebagai bendungan tertua di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Selain kelegendarisannya, ternyata Bendungan Way Rarem merupakan bendungan terbesar di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Lokasi Bendungan Way Rarem Lampung
Bendungan raksasa legendaris ini berada di Jalan Raya Way Rarem, tepatnya di Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabuparen Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Jarak tempuh dari Kota Bandar Lampung adalah sekitar 131 kilo meter atau sekitar 3 jam perjalanan darat untuk bisa sampai di Bendungan Way Rarem ini.
Detail Bendungan Way Rarem Lampung
Bendungan Way Rarem disebut sebagai bendungan terbesar di Kabupaten Lampung Utara.
Pasalnya, DAM ini berdiri di atas lahan seluas 49,2 hektare. Adapun tinggi bangunannya menjulang hingga 59 meter dengan kedalamannya yang mencapai 32 meter.
Peran Strategis Bendungan Way Rarem Lampung
Keberadaan infrastruktur legendaris ini memiliki sejumlah manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat sekitar sejak tahun berdirinya, yakni 1984.
Peran strategis bendungan raksasa di Kabupaten Lampung Utara ini meliputi upaya reduksi banjir dan yang paling utama adalah sebagai sarana irigasi lahan masyarakat secara meluas.
Baca Juga: Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Simak 3 Dampaknya Bagi Biota dan Kehidupan Laut Lainnya
Diketahui bendungan raksasa ini mampu mengairi lahan seluas 22.000 hektare yang melingkupi 4 kecamatan yang tersebar di 2 kabupaten yang berbeda di Provinsi Lampung.
Adapun persebaran lahan irigasi dari aliran Bendungan Way Rarem ini mengalir menuju Kabupaten Lampung Utara yang terdiri dari lahan yang ada di Kecamatan Abung Timur dan Kecamatan Kotabumi.
Kemudian, Kabupaten Tulang Bawang Barat, yaitu Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Kecamatan Tulang Bawang Udik.
Bahkan, perannya tidak hanya seputar kedua hal itu saja, melainkan dengan keindahan panorama dan kemegahan infrastruktur legendaris ini telah mengundang warga sekitar untuk melihat-lihat bendungan yang satu ini.
Sehingga Bendungan Way Rarem masuk dalam list destinasi wisata terpopuler di Kabupaten Lampung Utara.
Permasalahan
Namun, terdapat deretan permasalahan yang menghantui Bendungan Way Rarem hingga menyebabkan fungsi reduksi banjir kurang optimal.
Selain itu, pengairan lahan persawahan pun juga tidak maksimal, serta tempat wisata bendungan di Kabupaten Lampung Utara ini sering disebut terbengkalai oleh warga sekitar.
Ternyata, tantangan terbesar yang menghinggapi Bendungan Way Rarem adalah tanaman eceng gondok yang menggerogoti air bendungan.
Sekilas nampak indah tetapi sekaligus mengerikan, karena seluruh air dalam cekungan DAM Way Rarem dipenuhi dengan tanaman eceng gondok ini.
Keberadaannya menyebabkan menurunnya kualitas air dalam tampung, sehingga alat berat pun akhirnya harus diturunkan untuk membersihkan tanaman gulma tersebut.
Selain itu, pada Bulan April 2023 lalu, sempat terjadi longsor hingga irigasi lahan pun tersendat.
Dilansir dari laman sda.pu.go.id, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan perbaikan terhadap bendungan tersebut.
Di antaranya adalah dengan memperbaiki tanah dan badan tanggulnya, melakukan pemasangan pipa berdiameter 1.300 mili meter, dan lain-lain.
Diharapkan dengan adanya perhatian dari pihak yang berwenang, Bendungan Way Rarem dapat tetap berfungsi hingga kini dan kembali indah tanpa adanya eceng gondok yang menghinggapi air dalam DAM nya.***