

inNalar.com – Panggilan sayang biasanya ditunjukkan kepada orang yang memiliki hubungan khusus dengan si pemanggil.
Bisa karena hubungan orangtua dan anak, hubungan pasangan suami istri, atau hubungan asmara.
Namun apa jadinya jika panggilan sayang ditunjukkan kepada orang yang tidak memiliki status hubungan tertentu.
Baca Juga: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Berkilah Jalanan Rusak di Daerahnya Akibat Kendaraan Tonase Berat
Bagi sebagian orang hal itu membuat risih atau tidak nyaman. Tapi sebagian orang lainnya cenderung biasa saja, dan menganggap itu panggilan sok akrab saja.
Baru-baru ini Komisi Layanan Publik Malaysia akan membuat aturan larangan mengucapkan kata sayang atau dear kepada rekan kerja.
Apabila hal tersebut dilakukan, maka hukumannya berupa pemutusan kontrak kerja atau dipecat.
Baca Juga: UTBK 2023 UGM Diikuti 13.448 Peserta, Rektor Tinjau Langsung Lokasi Ujian
Pemerintah Malaysia beranggapan panggilan sayang atau dear kepada seseorang yang tak memiliki hubungan tertentu dianggap sebagai pelecehan verbal.
Panggilan sayang bermakna sebuah pelecehan verbal yang di bawah Larangan-larangan beserta Perkara Khusus, Pelecehan Seksual-Aturan 4A.
“Korban harus menentukan apakah tindakan tersebut membuat mereka merasa tidak nyaman, terhina, atau terganggu,” tulisnya di postingan itu.
Baca Juga: dr Aisah Dahlan Bocorkan Rahasia Sederhana Agar Wajah Glowing Alami, Ternyata Muslim Sering Lakukan
Ancaman hukuman bagi para pelaku bisa bervariasi. Mulai dari penurunan pangkat, dipecat, atau bahkan hukuman pidana.
Aturan dari negara tetangga tersebut mendapat reaksi dari warganet Indonesia.
“di indo blm kenal udah panggil sayang,” tulis @ortherthing.
“gabisa tuh kirim email depannya, “dear team”,” tulis @denanot.
“bagus yg penting ga dipanggil tuhan aja,” tulis @ditrich_.
“yg dilarang harunya manggil sayang tpi belom jadian,” tulis @ar.shientaa.***(Faizal)