Makin Melejit, Emiten BREN Milik Prajogo Pangestu Ini Catat Pendapatan Rp6,9 Triliun, Terbesar Berasal dari…

inNalar.com – Salah satu emiten milik Prajogo Pangestu, BREN, menutup kas kuartal III/2023 dengan mengantongi pendapatan yang fantastis.

Sebelumnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) adalah perusahaan hodling yang merupakan bagian dari Grup Barito Pasific.

Pada awalnya, perseroan ini bernama PT Barito Cahaya Nusantara dan bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, pertanian, pengangkutan, perbengkelan, perindustrian, dan jasa.

Baca Juga: Miliki Aset Senilai Rp105 Triliun, Konglomerat Migas Medco Berhasil Kantongi Kontrak Baru Blok Corridor

Namun, pada tahun 2023, Barito Renewables mengubah kegiatan usahanya menjadi perusahaan hodling dengan fokus pada sektor energi terbarukan (EBT).

Sejak mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2023 ini, saham dari Barito Renewables ini langsung melonjak naik.

Bahkan, pada hari pertama IPO, yakni tanggal 9 Oktober 2023, Barito Renewables langsung masuk auto reject atas (ARA) dengan harga yang melonjak ke sebesar 25%.

Baca Juga: Berada di Ketinggian 450 Mdpl, Desa Adat di Kabupaten Serdang Bedagai Ini Separuh Populasinya Jadi Karyawan BUMN?

Harga stock dari Barito Renewables ini kemudian terus meningkat sampai menyentuh angka 7.325 pada penutupan pasar modal tanggal 19 Desember 2023.

Peningkatan harga sama milik PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ini juga sejalan dengan penghasilan yang perusahaan ini dapatkan.

Dilansir dari baritorenewables.co.id, penghasilan Barito Renewables per 30 September 2023 mencapai US$445,27 atau setara dengan Rp6,9 triliun (kurs US$1 = Rp15.500).

Baca Juga: Telan Dana Fantastis Rp13 Triliun, Bandara di Kediri Jawa Timur Ini Berhasil Gaet Investor Hotel Bintang 5 Asal Jakarta

Total angka di atas terhitung naik sebesar 5,13% jika dibandingkan dengan penghasilan per 30 September 2022.

Adapun pendapatan BREN per September 2022 lalu berada di angka US$423,51 atau setara dengan Rp6,56 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)

Pendapatan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ini berasal dari beberapa sektor yang berbeda-beda, yakni dari kontrak dengan pelanggan, sewa operasi, dan sewa pembiayaan.

Baca Juga: Genjot Target Produksi 1 Juta Barrel per Hari, Pertamina Berhasil Temukan 2 Cadangan Minyak Baru di Jawa Barat, Berikut Detail Lokasinya

Dari ketiga sektor tersebut, penghasilan terbesar diperoleh dari kontrak dengan pelanggan kategori penjualan listrik sebesar US$205,46 juta atau setara US$3,18 triliun.

Kemudian, terbesar kedua berasal dari sewa operasi yang berada di angka US$113.315.000 atau setara Rp1,75 triliun.

Namun, berbeda penjualan listrik yang mengalami kenaikan sebesar 8,57%, penghasilan dari sewa operasi justru turun sebesar 5,78% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Biaya Pugar Rp582 Miliar, Duplikasi 9 Jembatan Tipe Callender Hamilton di Jawa Timur Ini Siap Dukung Lalu Lintas Nataru 2024, Lokasinya Tersebar di…

Selain dua hal di atas, penghasilan terbesar Barito Renewables juga berasal dari penjualan uap senilai US$96,09 juta atau sekitar Rp1,48 triliun.

Adapun penjualan listrik dan uap, penghasilan sewa pembiayaan, dan penghasilan sewa operasi dihasilkan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sementara itu, harga saham BREN tercatat melemah dalam satu minggu terakhir.

Baca Juga: Dapat Investasi Rp4,6 Triliun dari China, Tambang Bawah Tanah di Kalimantan Selatan ini Diklaim Mampu Produksi 10 Juta Ton Batu Bara, Luasnya…

Per 13 Desember 2023, saham BREN berada di angka tertinggi, 7.325 atau berada di harga Rp732.500 per lot.

Harga dari saham ini kemudian mengalami kenaikan dan penurunan yang sangat tajam hingga per 19 Desember 2023, Barito Renewables mencatat harga terendah sebesar 7.150.

Angka tersebut kemudian melejit naik hingga menyentuh 7.425 atau seharga Rp742.500 per lot yang kemudian turun kembali hingga penutupan pasar pada 19 Desember 2023 yang berada di angka 7.325 atau Rp732.500 per lot.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]