Makan Waktu 2 Tahun dengan Biaya Rp9 Miliar, Rehabilitasi Jalan Sepanjang 2,5 Km di HSU Kalimantan Selatan Rampung Kapan?

inNalar.com – Perbaikan atau rehabilitasi terhadap infrastruktur yang menghubungkan konektivitas antara daerah satu dengan lainnya memang sangat diperlukan.

Sebagai contohnya adalah infrastruktur Jalan Lingkar Utara Amuntai yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

Infrastruktur yang mendukung konektivitas antar daerah di Kalsel ini sudah sepuluh tahun kondisinya hanya berupa jalan tanah dan belum diaspal.

Baca Juga: Gelontorkan Rp571 Miliar, Kabupaten Blora Bakal Punya Bendungan Megah dengan Luas Genangan 52,92 Ha, Rampung Pada…

Penghubung konektivitas antar daerah ini memiliki panjang kurang lebih 2,5 km dengan lebar sekitar 20 meter.

Setelah penantian yang panjang, jalur ini akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah.

Dilansir dari Dinas PUPR Pemprov Kalsel, pelaksanaan dari proyek ini sudah dilakukan sejak awal bulan Mei 2021 lalu.

Baca Juga: Visualnya Futuristik, JPO Pertama di Banjarbaru Kalimantan Selatan Ini Sempat Tuai Kritikan Gegara Biayanya Terlalu Jumbo, Ternyata Habis Segini

Pekerjaan yang dilakukan pada Mei 2021 ini meliputi pemulihan Jalan Lingkar Utara Amuntai sepanjang 1,1 km.

Adapun biaya yang dihabiskan untuk proyek pemulihan ini adalah sebesar Rp4,89 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2021.

Selanjutnya adalah proyek pemulihan dengan panjang mencapai 1,3 km yang dikerjakan pada tahun 2022.

Baca Juga: Terdampak Gempa dan Likuifaksi, Proyek Rekonstruksi Daerah Irigasi di Palu Sulteng Ini Bakal Aliri Lahan 5.800 Hektar, Intip Progresnya

Sama halnya dengan proyek yang dikerjakan pertama, dana dari proyek pemulihan sepanjang 1,3 km ini juga berasal dari APBD 2021.

Dengan begitu, biaya yang dihabiskan dalam rehabilitasi Jalan Lingkar Utara Amuntai adalah sebesar Rp9 miliar.

Perlu diketahui, Jalan Lingkar Utara Amuntai di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu jalur strategis karena merupakan jalan alternatif lintas trans Kalimantan.

Baca Juga: Tak Produktif 25 Tahun, Bekas Lahan Kelapa Sawit di Papua Ini Disulap Jadi Area ‘Food Estate’ Seluas 500 Hektar

Jalur ini dapat digunkan dari Kalsel menuju beberapa wilayah Kalteng, seperti Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, dan Murung Raya ataupun sebaliknya.

Tidak hanya itu, jalur inni juga menjadi alternatif dari Banjarmasin ke Tanjung, Tabalong, hingga ke Kalimantan Timur.

Termasuk ke dalam jaringan jalan prioritas (JJP), tentunya penyelesaian dari proyek ini sangatlah ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Baca Juga: Pastikan Keselamatan 24.000 Pekerja, Perusahaan Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur Ini Terapkan 2 Teknologi AI, Apa Aja?

Meski sudah dibangun sejak tahun 2021, namun, jalur ini masih juga belum diresmikan hingga saat ini.

“Jalan ini bisa kita selesaikan akhir tahun. Pembangunan jalan tersebut untuk mengurangi kemacetan,” kata Kabid Bina Marga, Aza Syariful Muaz, sebagaimana dikutip dari Kominfo Kalimantan Selatan. ***

 

Rekomendasi