Ludeskan Rp 140 Miliar, Kerugian Jembatan Penghubung di Kaltim Tak Sebanding dengan Biaya Pembangunannya

inNalar.com – Jembatan sebagai infrastruktur vital memiliki peran penting dalam menghubungkan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Salah satu contohnya adalah Jembatan Dondang yang menghubungkan dua kota utama di Kalimantan Timur, yaitu Samarinda dan Balikpapan. 

Namun, meskipun telah menghabiskan dana sekitar 140 miliar Rupiah, jembatan ini justru menimbulkan kerugian yang tak terduga.

Dilansir inNalar.com dari dprd.kaltimprov.go.id, kerugian ini terjadi akibat Jembatan Dondang yang sering kali ditabrak kapal pengangkut batubara.

Baca Juga: Telan Rp 408,15 M Pugar Bandara Termegah Lampung, Bandara Internasional Radin Inten II Terancam ‘Turun Kasta’?

Hal tersebut tidak hanya terjadi sekali, namun beberapa kali hingga membuat jembatan di Kalimantan Timur itu sedikit hancur.

Efek yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut adalah penyoknya tiang fondasi jembatan sehingga terdapat lekukan mengelupas.

Bahkan, lapisan aspal yang menjadi sambungan gantung pada jembatan sepanjang 840 meter ini memiliki retak sekitar 2,3 meter.

Kerusakan dan gangguan yang berulang terhadap Jembatan Dondang tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga pada perekonomian.

Renovasi pada jembatan tentunya harus dilakukan, namun hal tersebut menghambat mobilitas masyarakat.

Penghambatan tersebut tentunya akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis dan perdagangan di daerah Kalimantan Timur. 

Baca Juga: Proyek Rp800 M, Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) Kalimantan Barat Pakai Limbah Fly Ash PLTU Bengkayang

Apalagi, kasus ini juga membahayakan warga yang melintasi jembatan tersebut di mana banyak yang mengandalkannya sebagai jalur utama.

Sementara itu, pihak perusahaan pengangkut batubara yang menabrak jembatan ini rupanya bersedia ganti rugi.

Akan tetapi, ganti rugi tersebut dinilai tidak sebanding dengan pengalaman buruk pengendara yang bepergian dari ke Samarinda dan Balikpapan.

Pemerintah pun berupaya memperketat pengawasan jalur transportasi sungai di bawah jembatan penghubung Kalimantan Timur ini.

Dengan begitu, kerusakan dapat diminimalisir dan jembatan penghubung di Kalimantan Timur ini dapat digunakan semaksimal mungkin.***

Baca Juga: PLTU Megah Senilai Rp 268 M di Kalimantan Utara Sempat Mangkrak 6 Tahun, Bagaimana Kondisinya Saat Ini?

 

Rekomendasi