Luasnya Mencapai 199 Hektar, Sulawesi Selatan Memiliki Tambang Nikel Terbesar di Indonesia, Lokasinya….

inNalar.com – Diketahui bahwa Indnesia telah memiliki luah lahan petambanagn nikel hingga 520,877 hektar, pertambangan nikel di suatu daerah memiliki peran penting yaitu pertumbuhan perekonomian. 

Salah satunya pertambangan nikel terbesar di Indonesia berada di Sulawesi Selatan, bahan nikel sendiri biasanya digunakan sebagai bahan campuran pembuatan stainless steel.

Pertambangan nikel terbesar yang yang di Indonesia tersebut berada di Kampung Magani yang terletak pada Kecamatan Nuha Provinsi Sulawesi Selatan.

 Baca Juga: Miliki Nama Shiratal Mustaqim, Jembatan Gantung di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bikin Orang yang Lewat Auto Tobat?

Atau bisa bisa juga digunakan untuk pembuatan logam anti karat sehingga dapat bertahan lebih lama seperti pembuatan batu baterai juga menggunakan campuran nikel.

Dilansir dari dataindonesia.id luas lahan yang digunakan sebagai pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang terletak di Sulawesi Selatan mencapai hingga 198,624 hektar.

Luas lahan pertamabangan nikel tersebut hampir mencapai luas 199 hektar yang dijadikan sebagai tambang nikel.

Baca Juga: Sawah 125 Hektar di Banten Dijadikan Kompleks Makam Mewah dengan Konsep Open Garden, Lokasinya di… 

Luas lahan yang tercatat dalam kontak PT Vale Indonesia yaitu mencapai luas hingga 118.017 hektar, diketahui bahwa kontrak yang ditandatangani sejak tahun 1968 yang lalu. 

Sehingga pertmbangan nikel yang digarap oleh PT Vale Indonesia tersebut sudah 50 tahun melakukan kegiatan pertambangan di wilayah Indonesia.

Tetapi perlu diketahui bahwa Gubernur Sulawesi Selatan telah menolak adanya perpanjangan kontrak karya dengan PT Vale Indonesia.

 Baca Juga: Anggarannya 4,3 Triliun, Pembangunan Bandar Udara di Kalimantan Barat Ini Jadi Proyek Prioritas Indonesia

Karena nantinya lahan bekas pertambangan tersebut akan dialihfungsikan ke Badan Usaha Milik Daerah atau bisa disebut dengan BUMD. 

Diketahui bahwa PT Vale Indonesia hanya memberikan kontribusi sebesar 1,98 persen, nilai pendapatan tersebut tergolong masih kecil.

Sehingga penanganan adanya kemiskinan di daerah Luwu Raya dan juga Luwu Timur mengalami perlambatan. 

Tetapi terdapat suatu permasalahan yaitu para petani merica yang berada di Luwu Timur Sulawesi selatan resah, sehingga terjadilah suatu aksi penolakan.

Luas lahan tanaman merica di Luwu Timur Sulawesi Selatan memiliki luas lahan hingga mencapai 3600 hektar.

Tanaman merica merupakan sebuah sumber utama kehidupan yang dimiliki oleh para petani mendapatkan penghasilan dari lahan merica tersebut.***

Rekomendasi