

inNalar.com – Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Negara lain yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Barat ini adalah negara Malaysia.
Berbatasan langsung dengan negara lain, tentunya di Kalimantan Barat terdapat sebuah Pos Lintas Batas Negara atau PLBN.
PLBN ini dikenal dengan nama PLBN terpadu Aruk.
Secara administratif, PLBN Terpadu Aruk berlokasi di Sebunga, Kec. Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Dari pusat Kabupaten Sambas sendiri untuk ke PLBN Aruk memakan waktu sekitar 1,5 jam.
PLBN Aruk di Kalimantan Barat diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 silam.
PLBN ini berdiri di atas lahan seluas 9,1 hektar dengan luas bangunan utama sebesar 4.118 m2.
Pembangunan PLBN Kalimantan Barat ini sendiri terdiri dari 3 tahap dimana tahap 1 yakni zona inti dengan anggaran sebesar Rp 131 miliar.
Baca Juga: Mahfud MD Digadang-gadang Jadi Inisial M Cawapres Ganjar Pranowo, Akankah Kena Tikung Lagi?
Zona Inti tersebut meliputi bangunan utama, car wash, check point, monumen tasbar, dan sebagainya.
Pada tahap dua dibangun mess pegawai di Kalimantan Barat ini, masjid dan sebagainya yang menghabiskan anggaran hingga Rp 210 miliar.
Kemudian, di tahap ketiga dibangun bangunan X-Ray, Patung Bung Karno, dan lainnya dengan anggaran Rp 4,3 miliar oleh pemerintah Kalimantan Barat.
Pembangunan PLBN ini menggabungnkan konsep tradisional dengan modern.
Gaya arsitektur PLBN ini mengadopsi konsep arsitektur Rumah Panjang dari Suku Dayak.
Lalu, kesan modern dari bangunan ini dapat dilihat dari aksen atap yang tinggi dihiasi dengan ukiran khas Suku Dayak.
Dilansir inNalar.com dari bppd.kalbarprov.go.id, PLBN Aruk dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
Fasilitas yang ada di PLBN Aruk meliputi pemeriksaan terpadu, jembatan timbang, klinik, pemindai truk, gudang sita, dan sebagainnya.
Sejak beroperasi, rutinitas pelayanan telah berjalan mulai dari di pos karantina, perikanan, dan pertanian.***