Luasnya 81 Hektar, Pulau Wisata di Kalimantan Timur Ini Berdiri di Tengah Sungai Mahakam: Wujudnya Mirip Kapal

inNalar.com – Umumnya sebuah pulau berdiri di tengah-tengah laut dan terbentuk setelah beberapa proses geologi.

Namun, berbeda dengan pulau wisata unik seluas 81 hektar yang berada di atas Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Menjadi salah satu pusat wisata di Kalimantan Timur, ternyata pulau ini merupakan daerah delta yang membentang di atas Sungai Mahakam.

Baca Juga: Tekan Rp 30 M, Terowongan Mistis di Manado, Sulawesi Utara Ini Bakal Disulap Jadi Bangunan Tak Terduga

Sebenarnya sebelum terekspos, pulau ini banyak ditumbuhi semak belukar. Pulau wisata yang dimaksud ini adalah Pulau Kumala.

Lokasinya berada di Tenggarong, Kutai Kartanegara, dan telah menjadi ikon wilayah tersebut serta penarik potensi wisata daerah.

Tentunya pemerintah memanfaatkan lokasi unik pulau ini dan berhasil menjadikannya sebagai pulau khusus wisata yang membanggakan.

Baca Juga: Ada Lebih dari 500 Sumur? Tambang Minyak Tradisional Wonocolo di Bojonegoro Ini Telah Ada Sejak Zaman Belanda

Diketahui, pada 2019 antusias pengunjung telah membanjiri pulau ini hingga meraup keuntungan sebesar 1 miliar Rupiah.

Wajar saja saat melihat wahana yang dapat dinikmati di pulau ini merupakan satu-satunya yang termewah di Kutai Kartanegara.

Pengunjung dapat menikmati keindahan sky tower setinggi 75 meter, kereta api mini, hingga kereta gantung.

Baca Juga: Endapan Karang Seluas 390 Ha di Berau, Kalimantan Timur Beralih Jadi Danau Purba Hijau Terbesar di Dunia

Selain itu, pulau yang diresmikan pada tahun 2002 ini menawarkan budaya tradisional di mana terdapat spot khusus kebudayaan.  

Pulau ini juga diyakini sebagai pulau yang menjadi tempat tonggak berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai Kartanegara.

Sesuai namanya, kata ‘Kumala’ ternyata memiliki arti berlian, sehingga terdapat legenda bahwa pulau ini terbentuk seiring kedatangan Putri Kumala.

Hal ini diperjelas dengan pembangunan naga yang menjadi ikon Pulau Kumala, di mana dalam kepercayaan masyarakat, putri tersebut datang dengan Lembuswana.

Menyambut antusias warga untuk menikmati wisata di pulau ini, pemerintah setempat pun membangun jembatan khusus pejalan kaki untuk memudahkan akses kemari.

Terbuka setiap hari mulai pukul 9 hingga 5 sore waktu setempat, pengunjung bisa berwisata kemari dengan tiket mulai 5 ribu Rupiah.***

Rekomendasi