Luasnya 4.893 Hektar, Waduk di Sumedang Jawa Barat Surut 1 Km hingga Buat Desa yang Ditinggalkan Muncul Lagi

InNalar.com – Akhir-akhir ini Indonesia memang tengah mengalami cuaca yang cerah, bahkan hingga menyebabkan kekeringan di beberapa daerah.

Saking cerahnya dan kemarau yang berkepanjangan, bahkan terdapat waduk di daerah Jawa Barat yang hingga surut, dan menampakan beberapa bangunan di dalamnya.

Tempat penampungan air tersebut adalah waduk Jatigede, yang berada di Sumedang Jawa Barat.

Baca Juga: Daya Tampungnya 10,97 Juta M3, Proyek Bendungan di Lereng Gunung Lawu Jawa Tengah Ini Nilai Kontraknya Rp965 M

Sebenarnya tempat parkir air ini merupakan salah satu danau buatan terbesar yang ada di Indonesia.

Selain jadi penampung air bagi warga sekitar Jawa Barat, danau buatan ini juga memiliki fungsi lain seperti menjadi wisata, PLTA dan tentunya memberikan pasokan air baku.

Waduk Jatigede sebelumnya telah diresmikan tahun 2015, yang mana beroperasi sepenuhnya setelah 2 tahun berikutnya.

Baca Juga: Dijuluki Indiana Jonesnya Magelang, Jembatan Gantung Reyot di Jawa Tengah Ini Bikin Ngilu, Kapan Diperbaiki?

Diketahui wadah penampungan air di Sumedang ini sendiri sebenarnya memiliki luas 4.983 hektar, dengan sebelumnya harus menenggelamkan beberapa desa.

Dilansir InNalar.com dari disparbud jabar, terdapat 28 desa yang ditenggelamkan agar sebelumnya pembangunan waduk Jatigede ini dapat terealisasikan.

Tentu dengan adanya tempat penampungan air tersebut, banyak daerah di Jawa Barat yang kebutuhan airnya mulai tercukupi.

Baca Juga: Belum Puas Punya 5 Gelar, dr Djaja Surya Atmadja Ternyata Mau Kembali Sekolah Gara-gara Hobi Matematika

Walaupun akhir-akhir ini musim kemarau dan cuaca yang panas, diketahui jika tempat parkir air yang dimaksud menjadi surut.

Bahkan surutnya tersebut mencapai kurang lebih 1 Km, hingga desa-desa di Jawa Barat yang sebelumnya ditenggelamkan mulai bermunculan kembali.

Air yang mulai surut di tempat penampungan itu terjadi mulai bulan Juli 2023, dengan semakin parah saat memasuki bulan Agustus hingga September.

Saat penyusutan air di waduk Jatigede semakin parah, bahkan sampai masjid, jalan dan rumah para warga yang sebelumnya ditenggelamkan bermunculan kembali.

Tempat penampungan air di Sumedang ini sendiri berada pada ketinggian 262 mdpl, Namun disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan, elevasi ketinggian akhir-akhir ini berada di 243 mdpl.

Pastinya angka tersebut cukup signifikan, ditambah dengan bukti bangunan-bangunan yang ditenggelamkan pada daerah di Jawa Barat tersebut mulai bermunculan.

Sebenarnya kepala pusat air tanah dan tata lingkungan geologi badan geologi telah meminta agar pemerintah daerah berusaha untuk melakukan modifikasi cuaca.

Sebab dengan melakukan modifikasi cuaca, yaitu membuat hujan buatan, hal ini dapat membantu kekeringan di daerah sekitar Sumedang Jawa Barat dapat teratasi. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]