Luasnya 4,2 km2, Bandara Internasional di Sumatera Barat Ini Jadi yang Utama se-Provinsi, Menggantikan…

inNalar.com – Di zaman modern ini, bandara internasional adalah salah satu infrastruktur yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Apalagi bagi masyarakat Pulau Sumatera yang lokasinya dekat dengan negara lain, yakni Singapura dan Malaysia.

Salah satu bandara internasional yang ada di Pulau Sumatera adalah yang berada di Sumatera Barat.

Baca Juga: Investasi 8 Miliar Euro, Megaproyek Jerman Ini Sulap Bandara ‘Mati’ Berlin Jadi Kota Pintar Ramah Lingkungan

Bandara internasional di Sumatera Barat ini memiliki nama yang unik karena menggunakan nama sebuah suku adat.

Bahkan, bandara ini dinobatkan sebagai satu-satunya bandara yang di dunia yang menggunakan nama etnis.

Nama dari bandara internasional ini adalah Bandara Internasional Minangkabau yang berada di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Padiaman, Sumatera Barat.

Baca Juga: Gunakan Skema KPBU, Bandara Seluas 151,54 Hektar di Kalimantan Barat Ini Mulai Ditawarkan ke Investor Swasta

Sesuai dengan namanya, Bandara Internasional Minangkabau masuk ke kategori bandara internasional kelas I.

Bandara Internasional Minangkabau ini berada sekitar 24 km dari pusat Kota Padang.

Bandara internasional ini dibangun pada tahun 2002 dan merupakan pengganti dari Bandara Tabing.

Dilansir inNalar.com dari Angkasa Pura II, dibangunnya Bandara Internasional Minangkabau menggantikan Bandara Tabing adalah karena Bandara Tabing sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dari segi keselamatan penerbangan setelah digunakan selama 34 tahun.

Baca Juga: Usai Dikabarkan Dibentak Petugas di Bandara Soekarno Hatta, Gus Iqdam Kedatangan Kepala Imigrasi

Pembangunan bandara internasional ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2001. Tidak tanggung-tanggung, besar biaya yang dihabiskan untuk membangun Bandara Internasional Minangkabau ini adalah sekitar JPY ¥ 9,4 miliar atau Rp 940 miliar.

Dari total tersebut, sekitar Rp 97,6 miliar adalah pinjaman lunak dari Japan Bank International Coorporation (JICB).

Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau dilakukan oleh kotraktor PT Adhi Karya dari Indonesia serta Shimizu dan Marubeni J.O dari Jepang.

Bandara Internasional Minangkabau berdiri di atas lahan seluas 4,27 km persegi dan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter.

Pada tahun 2020 yang lalu, telah dibuka terminal baru di Bandara Internasional Minangkabau ini.

Selain itu, juga dilakukan beberapa pengembangan seperti pada apron bandara yang luas areanya ditambah.

Apron dari Bandara Internasional Minangkabau awalnya berukuran 37.800 meter persegi. Kemudian, bertambah hingga mencapai 92.250 meter persegi.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]