

inNalar.com – Kalimantan Utara sebagai salah satu provinsi termuda di Indonesia masih belum bisa meratakan pembangunan di daerahnya.
Salah satunya adalah kabupaten yang tergolong baru di Kalimantan Utara, di mana tak memiliki aset pemerintahan.
Rupanya, pembangunan di kabupaten yang memiliki luas sekitar 405.900 hektar ini dikuasai oleh perusahaan swasta.
Baca Juga: Anggarannya Rp365 M, Tana Tidung Akhirnya Miliki Gedung Termegah Setelah 14 Tahun Menanti
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, kabupaten termuda di Kalimantan Utara tersebut adalah Tana Tidung.
Diketahui, semua aset pemerintah yang dibangun di kabupaten ini berada di atas lahan hutan produksi milik korporasi.
Pemda Kabupaten Tana Tidung hanya menumpang kantor di Dinas Kesehatan selama 14 tahun lamanya.
Baca Juga: Ketok Palu! Mario Dandy Divonis Penjara 12 Tahun, Mobil Rubicon Dilelang untuk Bayar Restitusi?
Telah tercatat sekitar 193.000 hektar lahan di Kabupaten Tana Tidung dikuasai oleh PT Adindo di mana menjadi kawasan Hutan Tanam Industri dan Hutan Tadah Hujan.
Di lain sisi, seluas 193.000 hektar lain juga merupakan kawasan yang sama namun menjadi kepemilikan PT Intraca.
Bahkan, sekolah dengan luas sekitar 56 hektar di kabupaten termuda Kalimantan Utara ini dibangun di lahan milik anak perusahaan BUMN.
Namun, hal yang lebih ironi lagi adalah pihak perusahaan meminta pembayaran sewa lahan bangunan sekolah tersebut kepada pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah setempat pun berupaya untuk membangun gedung pemerintahan sesegera mungkin.
Setelah melakukan kaji lapangan, pemda Kabupaten Tanah Tidung pun menunjuk Bundaran Haji Undunsyah sebagai lokasi berdirinya gedung dinas nantinya.
Bundaran ini merupakan salah satu ikon sekaligus infrastruktur kebanggaan kabupaten termuda di Kalimantan Utara itu.
Melalui berbagai hiasan yang menunjukkan kekhasan Tana Tidung, Bundaran HU juga memperlihatkan setiap penghargaan yang diterima oleh pemerintah kabupaten ini.
Direncanakan, desain kantor bupati akan memiliki tiga gedung dengan anggaran mencapai sekitar Rp 95 miliar.
Diharapkan, pembangunan kantor pemerintahan ini dapat berperan untuk memperbaiki ekonomi Tana Tidung lebih baik lagi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi