Luasnya 3.560 m2, Masjid Bersejarah di Bulungan Ini Dibangun Oleh Wanita di Malam Hari, Ubinnya dari Belanda?

 inNalar.com – Berbicara mengenai sejarah kesultanan di Bulungan, memang menarik untuk dikulik secara mencalam.

Kesultanan Bulungan sendiri merupakan kerajaan yang bercorak agama Islam.

Tak heran bila terdapat beberapa peninggalan Kesultanan yang bercorak muslim seperti tempat ibadah atau masjid yang masih kokoh hingga kini.

Baca Juga: Kokoh Sejak 2015, Masjid Tercantik di Nunukan Ini Mampu Tampung 800 Jamaah, Diapit Laut dan Pegunungan?

Masjid peninggalan kesultanan Bulungan tersebut dikenal dengan anam Masjid Kasimuddin.

Secara administratif, Masjid Kasimuddin berlokasi di Tj. Palas Tengah, Kec. Tj. Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dilansir inNalar.com dari laman Kebudayaan Kemdikbud, masjid ini diperkirakan didirikan pada tahun 1900-an.

Baca Juga: Innalillahi, Mahasiswa Unnes Ditemukan Meninggal Setelah Sholat Tahajud dan Wiridan di Masjid Sekayu Semarang

Masjid ini dibangun di lahan seluas 3.560,25 m2 dengan luas bangunan 585,64 m2.

Bangunan masjid ini merupakan bangunan semi permanen yang berbahan dasar kayu ulin dan campiran beton.

Sementara itu, pondasi dan lantainya terbuat dari campuran semen dan batu.

Batu tersebut merlapiskan ubin yang bermotif arsitektur khas Belanda.

Baca Juga: Konglomerat Asal Kalsel Ini Pernah Jadi Tukang Becak, Kini Bangun Ribuan Masjid dan Madrasah Mewah

Tak heran, Batu ubin yang bermotif arsitektur khas Belanda tersebut diimpor langsung dari Belanda.

Di bagian ruang utama berbentuk bujur sangkar yang berukuran 19 x 19 m dan tinggi bangunan sampai puncaknya 15,50 m.

Masjid Kasimuddin ini tidak memiliki jendela, tetapi memiliki 11 pintuk di sekeliling bangunan.

Masjid ini sempat dipindah karena lokasi lama sangan dekat dengan sungai dan dikhawatirkan pondasinya bisa runtuh.

Kondisi tanah yang agak becek ini membuat masyarakat bergotong royong membersihkan dan menimbunnya.

Uniknya, terdapat pembagian waktu penimbunan tanah pada saat pembangunan masjid tersebut.

Untuk siang hari, penimbunan tanah dilakukan oleh kaum laki-laki. Sedangkan, di malam hari dilakukan oleh para kaum wanita.

Sebagai masjid kesultanan, masjid Kasimuddin memiliki kaitan yang kuat dengan Kerajaan Bulungan.

Selain itu, masjid ini juga menjadi saksi bisu sejarah masa kejayaan kesultanan Bulungan.***

 

Rekomendasi