Luasnya 252 Ribu Hektare, Otorita IKN Angkat Suara Soal Proyek Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Disebut Tak Rusak Hutan Alam karena…

 

inNalar.com – Kalimantan Timur merupakan lokasi yang dipilih oleh pemerintah untuk membangun ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta yakni bernama Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Myrna Asnawati Safitri selaku Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN mengungkapkan bahwa pembangunan ibu kota ini tidak merusak hutan Kalimantan.

Pasalnya, pembangunan mega proyek tersebut tidak berada di hutan alam. Akan tetapi di hutan tanaman monokultur yang memang difungsikan untuk industri.

Baca Juga: LMAN Siapkan Rp5,9 Triliun, Tanah Kasultanan Terdampak Proyek Jalan Tol Yogyakarta – Solo Masuki Progres Baru, Begini Kelanjutannya

Menurutnya, apabila belajar kembali tentang ilmu kehutanan maka hutan tersebut bukan merupakan hutan tropis.

Melainkan bekas lokasi tanaman monokultur sehingga tidak merusak kawasan hutan alam di daerah ini.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan IKN memakan area lahan seluas 252 ribu hektare.

Baca Juga: Proyek Kilang Minyak Senilai Rp238 Triliun di Tuban Ini Ditarget Rampung 2025, Pertamina Usul Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus

Sedangkan untuk lahan seluas 40 ribu hektare merupakan hutan sekunder yang tumbuh karena hutan alam yang sudah ditebang.

Kemudian sebanyak 50 ribu hektare lahan lain berupa hutan tanaman monokultura yang tanpa pembangunan IKN pun tetap akan ditebang.

Hal ini karena lokasinya dipakai untuk industri pembuatan kertas dengan penebangan setiap 6 hingga 7 tahun sekali.

Baca Juga: Gemerlap Cuan Nikel di Pulau Obi, Royalti Harita Nickel (NCKL) ke Pemerintah Nanjak 85 Persen Usai Laba Bersih Tembus Rp4,5 Triliun

Ia menyimpulkan bahwa pembangunan ibu kota baru tersebut tidak merusak alam di sekitarnya.

Myrna kembali menjelaskan bahwa lokasi IKN tidak termasuk pada hutan Kalimantan yang populer sebagai “Heart of Borneo”.

Menurutnya, lokasi pembangunan IKN ini hanya terhubung sebagai bagian dari ekosistemnya.

Terlebih Indonesia nantinya juga akan berkomitmen untuk menghadapi green economy serta blue economy di tahun 2045 mendatang lewat sustainability living atau konsep berkelanjutan.

Baca Juga: Berhasil Raup Pendapatan Rp2,8 Triliun, PT Hillcon Tbk Catatkan Kenaikan Besaran Utang

Itulah mengapa masyarakat yang tinggal di ibu kota ini juga perlu menerapkan gaya hidup berbeda karena harus berdampingan dengan alam maupun hewan.

Termasuk sampah-sampah yang diproduksi nantinya. Nantinya juga akan diterapkan kendaraan yang memakai green energy.

Akan dilakukan pula ruang hijau yang banyak sehingga masyarakat perlu menerapkan gaya hidup berbeda.

Baca Juga: Dongkrak Produksi Nikel 120.000 Ton, Harita Nickel Gaet Emiten China Bangun Pabrik HPAL Fase III di Pulau Obi Maluku Utara, Nilai Investasinya Capai..

Ia juga berharap agar impian pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur ini dapat terwujud karena akan menjadi kontribusi penting bagi Indonesia di mata dunia.

Terutama dalam membangun kota hijau sekaligus mengubah budaya dan gaya hidup jutaan orang agar menjadi lebih baik.***

Rekomendasi