Luasnya 1,35 Juta Hektar, Taman Nasional di Kalimantan Utara Ini Dihuni Suku Dayak Sejak 400 Tahun yang Lalu

inNalar.com – Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang masih sangat terjaga alamnya.

Di Kalimantan Utara terdapat sebuah Taman Nasional yang tak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, tetapi juga budaya.

Taman Nasional di Kalimantan Utara ini bernama Taman Nasional Kayan Mentarang.

Baca Juga: Jadi Lalu Lintas Air, Sungai di Kalimantan Utara Ini Ternyata Menyimpan Ikan Purba Pemakan Manusia, Benarkah?

Taman Nasional Kayan Mentarang ini adalah salah satu Taman Nasional di Pulau Kalimantan yang juga berbatasan dengan wilayah Malaysia.

Taman Nasional Kayan Mentarang ditetapkan sebagai cagar alam pada tahun 1980 dan pada tahun 1996 status cagar alam ini berubah menjadi Taman Nasional.

Kawasan Taman Nasional ini memiliki luas mencapai 1,35 juta hektar yang mana secara administrasi Taman Nasional ini terletak di 2 kabupaten yakni Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Baca Juga: Berjarak 300 Km dari Makassar, Taman Nasional di Sulawesi Selatan Ini Miliki Terumbu Karang hingga 500 KM2

Taman Nasional Kayan Mentarang terdiri dari kawasan hutan primer dan sekunder tua yang masih tersisa di Pulau Kalimantan dan kawasan Asia.

Di Taman Nasional Kayan Mentarang ini terdapat keanekaragaman hayati flora dan fauna yang masih sangat terjaga ekosistemnya.

Tercatat, terdapat 500 jenis anggrek dan sedikitnya 25 jenis rotan. Selain itu juga terdapat 277 jenis burung termasuk 11 jenis baru untuk Kalimantan dan Indonesia, 19 jenis endemik dan 12 jenis hampir punah.

Baca Juga: Gunakan Sistem Canggih, Surabaya Punya Jembatan Tertua di Jawa Timur, Biayanya Tembus 133.100 Gulden!

Tak hanya itu, kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang ini juga merupakan habitat beberapa satwa dilindungi seperti beruang madu, banteng, macan dahan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah dikatakan diawal bahwa Taman Nasional Kayan Mentarang ini tak hanya kaya akan jenis flora dan fauna, tetapi juga akan keanekaragaman budayanya.

Di kawasan Taman Nasional ini terdapat berbagai macam budaya yang bernilai tinggi untuk tetap dilestarikan.

Setidaknya terdapat 21.000 warga dari berbagai macam etnik yakni suku Dayak tinggal di kawasan ini.

Selain itu, di Taman Nasional ini ditemukan kuburan batu di hulu Sungau Bahau yang menandakan bahwa Suku Dayak telah mendiami kawasan ini sejak kurang lebih 400 tahun yang lalu.

Masyarakat yang tinggal di kawasan ini masih sangat bergantung dengan kekayaan alam hutan sebagai sumber utama kehidupan hingga saat ini.***

 

Rekomendasi