

inNalar.com – Bandara yang berada di Kepulauan Riau ini tengah mendapatkan perhatian lebih dari Kementerian Perhubungan.
Pasalnya lokasi bandar udara tersebut berada di perbatasan luar Indonesia dan berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Nama gerbang udara yang satu ini adalah Bandara Raja Haji Abdullah, lokasinya ada di Tanjung Balai Karimun.
Demi mengoptimalkan fungsi infrastrukturnya, Kementerian Perhubungan berencana untuk meng-upgrade panjang landasan pacunya.
Apabila kini runway bandar udara tersebut panjangnya 1.800 x 30 meter dan sejauh ini mampu didarati oleh pesawat ATR 72.
Rencananya perpanjangan runway hingga ukuran 2.000 x 45 meter bandara ini akan dituntaskan pada tahun ini.
Adapun kebutuhan lahan guna perpanjang landasan pacu ini bakal membabat 51,2 hektare.
Dengan begitu, harapannya pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 dapat mendarat di Bandara Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau.
Apabila semakin banyak kapasitas penerbangan pesawat berbadan besar yang beroperasi di bandar udara tersebut.
Maka harapannya sektor pariwisata dan perindustrian di pulau dekat Singapura dan Malaysia dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi daerahnya.
“Investor akan semakin mudah datang ke Karimun untuk melihat potensi daerah kita kalau bandaranya sudah bisa membuka banyak rute penerbangan,” kata Gubernur Ansar, dikutip dari Kepri Provinsi.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan ungkapan syukur dan penghargaannya terhadap inisiatif Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, program perpanjangan runway bandara ini telah menjadi harapan banyak masyarakatn yang mengidamkan akses dari Tanjung Balai Karimun ke kota-kota besar, begitu juga sebaliknya.
Sebagai informasi penjelas, Bandara Raja Haji Abdullah berlokasi di Jalan Mayjend Sutoyo Km 12, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Bandar udara tersebut kini masuk ke dalam setara tingkat bandara kelas III berkategori domestik.
Perlu diketahui, meski luas terminal hanya 770 meter persegi, hamparan lahan bandar udara ini melega sampai 72.000 meter persegi.
Sudut taxiway bandar udara tersebut juga berikuran 75 x 15 meter dan apron 73,5 x 40 meter.
Jenis pesawat yang kini bisa mendarat di bandara di Kabupaten Karimun, yaitu tipe Cassa 212 muat hingga tiga unit dan ATR 72-600 sebanyak satu unit.
Apabila tidak aral melintang menghampiri proyek pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah.
Diproyeksikan akan ada pesawat ATR 72 hingga pesawat jenis Boeing 737 yang bakal mendarat di bandar udara tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi