

inNalar.com – Tepatnya pada tahun 2020 bulan agustus presiden Republik Indonesia Jokowi telah meresmikan tol pertama di Banda Aceh.
Jalan tol yang telah diresmikan menghubungkan antara Ruas Sigli dan Banda Aceh, tol penghubung tersebut memiliki panjang 74 km.
Diketahui bahwa pembukaan jalan tol penghubung antara Banda Aceh dengan Ruas Ragil merupakan sebuah perwujudan ketiga oleh Nawacita.
Perwujudan untuk membangun infrastruktur yang memadai mulai dari pinggir yang masuk kedalam 3T antara lain yaitu; tertinggal, terluar dan terdepan.
Pada tahun 2024 akan diresmikan dan dibuka jalan tol baru yang menghubungkan antara Tol Trans ke arah Bakauheni dari arah Lampung sampai ke arah Banda aceh.
Pembangunan proyek yang dilakukan dari Tol Trans ke Tol Bakauheni yang nantinya akan menghubung ke Banda Aceh akan memiliki 24 ruas jalan.
Masing-masing jalan tol yang menghubungkan nantinya memiliki panjang secara keseluruhan hingga mencapai 2.704 km.
Pembangunan jalan Tol Sigli menuju Banda Aceh pada awal tahun 2015 menganggarkan dana sebesar 3,6 triliun.
Namun pertambahan uang anggaran terus dilakukan hingga ada tahun 2020 anggaran pembangunan jalan Tol Sigli menuju Banda Aceh mencapai nilai yang fantastis hingga Rp.33,3 triliun.
Dana anggaran dari pemerintah tersebut dimasukkan ke PT HK untuk mengurus dan penanggung jawab dalam pembangunan Tol Sigli menuju Banda Aceh.
Untuk alokasi pendanaan pengadaan lahan atau pembersihan lahan mencapai 91,3 triliun dana anggaran tersebut sangatlah fantasi dan juga juga besar.
Untuk membangun infrastruktur yang memadai memang tujuan dari pengelolaan aset dan juga pengelolaan investasi untuk membangun jalan tol yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pada awalnya pembangunan jalan Tol Sigli menuju ke Banda Aceh melalui peraturan Presiden Nomor 100 tahun 2014.
Tetapi peraturan tersebut telah telah diubah menjadi Peraturan Presiden pada Nomor 117 tahun 2015.
Pemerintah telah menugaskan PT Hutama Karya untuk melanjutkan dari pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur yang awalnya dikerjakan oleh PT. HK.Hutama Karya memiliki tugas untuk membangun infrastruktur dan mengembangkannya agar tersambung dengan tol Bakauheni yang nantinya akan memiliki 24 ruas jalan yang menghubungkan ke Banda Aceh.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi