

inNalar.com – Proyek jalan tol di Sumatera Utara ini banyak mendapatkan asupan fulus pengadaan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Demi proyek jalan tol di Sumatera Utara ini, LMAN sampai pasok dana pengadaan lahan dari dompet APBN.
Per 31 Mei 2023, lembaga tersebut setidaknya tercatat telah merealisasikan Rp834,2 miliar.
Lantas, proyek tol di Sumatera Utara mana kah yang mendapat suntikan dana pengadaan lahan LMAN fantastis ini?
Jalan tol yang merupakan bagian dari Trans Sumatera ini melintasi beberapa wilayah di Sumatera Utara.
Lebih terangnya, ruas Tol Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat dengan bentang 143,5 kilometer.
Lintasan tersebut masuk ke dalam bagian dari kerangka Jalur Tol Trans Sumatera.
lintasan ruas yang satu ini diperjuangkan Pemerintah RI guna dongkrak cuan daerah dari sektor pariwisata.
Siapa yang tidak mengenal Danau Toba, potensi daerah paling cemerlang di Sumatera Utara.
Namun jalan tol di Sumatera Utara ini dibuat nyambung bukan sekadar dongkrak akses KSPN Danau Toba.
Pemerintah RI rupanya telah membidik sektor lainnya juga yang berpotensi menjadi cuan besar bagi daerah tersebut.
Rupanya jalan tol ini bisa jadi penyokong potensi daerah Sumatera Utara, bukan sekadar akses KSPN Danau Toba.
Hilirisasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei juga menjadi bidikan lainnya.
Sekadar informasi, kawasan industri ini telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo sejak 27 Januari 2015.
Pemerintah RI terus mendorong KEK Sei Mangke menjadi pusat hilirisasi industri kelapa sawit dan karet.
“Difokuskan untuk menjadi pusat pengembangan industri kelapa sawit dan karet hilir berskala besar dan berkualitas internasional,” dikutip inNalar.com dari laman resmi KEK Sei Mangkei.
Jadi dapat dipahami bahwa kehadiran Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat di Sumatera Utara bukan hanya untuk konektivitas sektor pariwisata Danau Toba.
Memang benar, lintasan ini sangat mendukung ketersambungan menuju tempat wisata Danau Toba.
Selain itu, konektivitas dan kemudahan mobilisasi warganya menjadi semakin mudah.
Potensi daerah dari sektor hilirisasi industri sawit dan karet di Sumatera Utara juga tidak kalah potensialnya dari keunggulan pariwisatanya.
Sebagai informasi tambahan, Sei Mangke dahulu pertama digaungkan menjadi kawasan ekonomi khusus oleh PT Perkebunan Nusantara III.
Ditetapkan sebagai KEK sejak tahun 2012, tetapi melalui jatuh bangun dan baru efektif menggeliat pada 2017.
Luas lahan KEK Sei Mangke sendiri mencakup 2.002,7 hektare dan menjadi potensi daerah Sumatera Utara di bidang industri kelapa sawit.
Kehadiran lintasan tol Trans Sumatera ini sangat bermanfaat bagi ruang gerak kawasan industri ini.
Pasalnya jalur distribusi antardaerah kian mulus dan waktu tempuh dapat dipangkas.
Inilah potensi daerah selain KSPN Danau Toba yang bikin Pemerintah RI getol bangun Jalan Tol Kutepat di Sumatera Utara ini.***