

inNalar.com – Infrastruktur Jembatan Gantung Kareho di Kalimantan Barat akhirnya diresmikan oleh Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono.
Diketahui peresmian Jembatan Gantung termegah di Kalimantan Barat ini dilaksanakan pada Minggu, 3 September 2023.
Pembangunan Jembatan Gantung di pelosok Kalimantan Barat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Pusat untuk membangun kemajuan dan membuka keterisolasian wilayah yang berada di pinggiran.
Jembatan gantung ini berada di Desa Kareho, Kecamatan Putussibau Selatan, tepatnya berada di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan masyarakat sekitar tidak perlu lagi menyeberangi Sungai Kareho dengan sampan dan khawatir apabila kondisi air sungai sedang tidak bersahabat.
Bahkan, saat dalam kondisi darurat dimana warga membutuhkan akses cepat menuju rumah sakit, lintasan yang belum terhubung jembatan kala itu menjadi penghambat besar.
Dengan adanya Jembatan Gantung Kareho di wilayah perbatasan Kalimantan Barat ini telah memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses jalan nasional.
Jembatan ini dibangun mulai Bulan Juli dan akhirnya selesai digarap pada Bulan Desember 2022.
Proses pembangunan jembatan yang cukup singkat karena hanya memakan waktu 5 bulan saja.
Namun tampilan Jembatan Gantung Kareho ini nampak megah dengan warna perpaduan merah dan putih.
Jembatan Gantung raksasa yang melintasi Sungai Kareho di Kalimantan Barat ini diketahui panjangnya membentang hingga 120 meter dan lebarnya 1,8 meter.
Pada dasarnya tidak mengherankan penampakan jembatan gantung di pelosok Kalimantan Barat ini begitu megah.
Pasalnya, biaya pembangunan khusus Jembatan Gantung Kareho ini mencapai Rp13,65 miliar.
Berkat adanya jembatan ini, Desa Sepan dan Putussibau kini saling terhubung dengan adanya jalur yang lintasi sungai Kareho.
Dilansir dari laman Kementerian PUPR, proses pembangunan jembatan gantung ini dilakukan oleh kontraktor lokal CV Asri Karya.
Keberadaan jembatan gantung di pelosok Kalimantan Barat ini cukup membawa kegembiraan bagi masyarakat sekitar.
Diharapkan program bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR terus berlanjut dan semakin banyak wilayah yang tidak lagi terisolir.***