

inNalar.com – Pembangunan sarana dan prasarana IKN hingga kini masih terus berlangsung, termasuk Jembatan Sungai Wain yang berada di Jalan Tol IKN segmen 3A (Karangjoang – KTT Kariangau).
Jalan tol IKN sendiri merupakan jalur penghubung antara wilayah IKN dengan Kota Balikpapan.
Memiliki lebar 2 x 17,15 m, jembatan dibangun pada 2 sisi meliputi sisi utara sepanjang 913 meter dan sisi selatan sepanjang 916 meter.
Baca Juga: Peras APBN Rp3,13 Triliun! Progres Megaproyek Tol IKN Tak Capai Target Gegara Masalah Jembatan
Pengerjaan jembatan digarap 3 kontraktor antara lain Hutama Karya, Adhi Karya, dan Brantas Abipraya.
Adapun Jembatan Sungai Wain dirancang oleh I Nyoman Nuarta, seniman yang juga mendesain Istana Garuda IKN.
Jembatan ini menonjolkan bentuk kerangka dan paruh burung Enggang, hewan asli Pulau Kalimantan sekaligus identitas masyarakat Suku Dayak.
Baca Juga: Lestari Sejak 1634, Kampung di Yogyakarta Cetak Rekor MURI Pengrajin Batik Terbanyak
Di samping itu, paruh burung Enggang mencerminkan nilai-nilai keperkasaan, kemuliaan, kebesaran, dan gerakan yang dinamis.
Melalui akun Instagram @nyoman_nuarta, ia membagikan hasil beautifikasi jembatan kepada netizen.
Salah seorang netizen menyebut desain jembatan sekilas mirip dengan bangunan karya arsitek Santiago Calatrava yang menerapkan estetika struktur, sehingga tampak unik.
Baca Juga: Terbongkar Penyebab Trase Tol Padang – Sicincin Makin Panjang, Geser Demi Hindari ‘Harta Karun’?
“Jadi keinget bangunan-bangunan Santiago Calatrava,” tulis @osc******.
Ditinjau dari segi pondasi, Jembatan Sungai Wain menggunakan struktur pondasi bored pile berdiameter 100 cm yang menancap ke dalam tanah berlempung.
Sementara struktur bawah diperkuat oleh pile cap, pier leg, dan pier head. Struktur atas jembatan ditopang oleh PCI girder berdimensi 40,8 meter dan 45,8 meter, serta PCT Girder 60,8 meter.
Terhitung pada 14 September 2024, 2 jalan tol sudah berdiri kokoh di bagian daratan dan sebagian besar telah dilakukan pengecoran. Terdapat beberapa bagian belum dicor.
Selain itu, 1 jembatan sudah tersambung oleh erection girder bentang 60,8 meter di atas Sungai Wain, tetapi belum memasuki tahap pengecoran.
Pemasangan erection girder tersebut telah melalui proses uji visual, NDT, fungsi, dan uji beban baik statis maupun dinamis.
Sebelum pemasangan dilakukan di atas sungai, Tim HSE gabungan membentuk 2 zonasi kerja, yakni zona hijau dan merah.
Zona merah hanya boleh dimasuki oleh pihak-pihak tertentu dan tip erector jembatan.
Sebagai informasi, Jembatan Sungai Wain merupakan proyek duplikasi jembatan bentang Pulau Balang yang berjarak 500 meter dari jembatan tersebut.
Pengadaan jembatan diharapkan mampu memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju IKN dan membuka akses menuju daerah terpencil.
Jembatan Sungai Wain ke depannya akan berperan penting sebagai jalur utama logistik di Pulau Kalimantan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi