

inNalar.com – Rencana proyek pembangunan flyover termegah di Kalimantan Timur sudah dipastikan akan berlokasi di Balikpapan.
Diketahui, proyek flyover tersebut akan memiliki bentang utama sepanjang 320 meter yang tersambung dari Jalan Soekarno Hatta hingga Ahmad Yani di Balikpapan.
Selain menjadi pemecah kemacetan, rupanya flyover ini juga menyimpan kisah kelam di balik pembangunannya.
Dilansir inNalar.com dari laman kaltimprov.go.id, flyover yang rencananya akan dibangun di Muara Rapak Balikpapan tersebut rupanya dibangun atas keprihatinan.
Baca Juga: Digantung Investor, Jembatan Bulan Senilai Rp 12 Triliun di Kalimantan Utara Terancam Mangkrak
Hal tersebut diketahui kerap terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa, sehingga menjadi perhatian serius bagi Pemprov Kalimantan Timur.
Tanjakan curam yang ada di Muara Rapak, Balikpapan rupanya mendorong pembangunan flyover ini demi keselamatan pengendara.
Namun, secara teknis flyover tersebut juga menjadi pengurai kemacetan yang sering terjadi di jalanan padat Balikpapan.
Sayangnya, pembangunan yang diketahui akan menelan dana Rp 189 miliar tersebut ditolak oleh DPRD Kalimantan Timur.
Alasannya adalah Jalan Soekarno Hatta yang menjadi jalan nasional, sedangkan Jalan Achmad Yani yang menjadi milik Kota Balikpapan.
Kedua hal tersebut berada di atas kewenangan pemerintah provinsi sehingga sulit untuk direalisasikan.
Baca Juga: Akibat EL Nino Sekitar 1.400 Hektar Pertanian di Lampung Terancam Gagal Panen, BPBD Buka Suara
Meski telah diperjuangkan, flyover rupanya akan diubah menjadi underpass dengan alasan estetika kota.
Penolakan juga didasari karena letak flyover di Muara Rapak, Balikpapan, akan terlalu tinggi sehingga tidak enak untuk dilihat.
Walaupun belum ditentukan berapa lebarnya, namun pembangunan akan dipastikan selesai pada tahun 2024.
Apapun pilihan pemerintah mengenai flyover atau underpass, yang pasti hal tersebut akan membantu mencegah datangnya korban jiwa.
Selain itu, infrastruktur tersebut juga berperan dalam meningkatkan konektivitas antara daerah di Kalimantan Timur.
Sebelumnya, pemerintah Balikpapan telah melakukan pelebaran jalan di Muara Rapak dengan panjang 500 meter.
Baca Juga: Bendungan Karian Banten: Bendungan Terbesar ke-3 di Indonesia yang Menghabiskan Dana Rp1,3 Triliun
Diketahui, bagian tepi telah dipercantik dengan lukisan-lukisan mural agar menghilangkan kesan horor yang selama ini melekat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi