Liga 1 BRI 2022/2023 Persija vs Persib Ditunda Imbas Terjadinya Kerusuhan Persebaya vs Arema FC

inNalar.com – Liga 1 BRI ditunda selama 1 pekan karena terjadinya kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Malang.

Hingga kini laga nanti sore antara Persija dengan Persib akhirnya ditunda, hal tersebut disampaikan pihak Persib di laman Instagramnya.

Laga yang akan berlangsung sore nanti di Stadion GBLA, Bandung tersebut ditunda selama 1 pekan.

Baca Juga: Laga Rival Persib vs Persija Hari Ini Ditunda? Berikut Pihak PT LIB Jelaskan Terkait Laga yang Ditunda 1 Pekan

Penonton yang telah memiliki tiket kecewa dengan hal tersebut imbas kejadian kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Malang.

Namun, bagaimana penjelasan terkait pihak Arema FC serelah kejadian ini, berikut penjelasannya.

Selain itu telah dikonfirmasi sebanyak 153 korban jiwa dalam kejadian ini, sehingga menjadi tragedi besar di dunia sepakbola.

Baca Juga: dr Tirta Ikut Soroti Kerusuhan di Kanjuruhan, Singgung Kesalahan Penggunaan Gas Air Mata

Korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan kembali bertambah.

Dari informasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang.

“Saya ikut berduka atas jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia,” kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

Baca Juga: Telan 153 Korban Jiwa, Tragedi Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya Cetak Rekor Jadi Laga Maut Paling Besar

Komnas HAM berencana menerjunkan tim investigasi untuk mengusut penyebab kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam.

Pasalnya, pertandingan tersebut sampai menimbulkan ratusan korban jiwa. Saat ini, Komnas HAM sedang membahas serius terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini.

“Belum koordinasi dengan pihak Kepolisian. Kami masih koordinasi di internal Komnas HAM,” katanya.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kerusuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Kanjuruhan Capai 153 Orang

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sebanyak 125 Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua anggota kepolisian yang juga dikabarkan tewas.

Baca Juga: Kapan BRI Liga 1 Live Hari Ini? Berikut Jadwal, Peringkat Klasemen, Link Siaran Langsung Bola Minggu 2 Oktober

Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

“Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34,” beber Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan.

Baca Juga: Terbaru! Jumlah Korban Tragedi Kerusuhan Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Menjadi 126 Orang Meninggal Dunia

Selain itu, manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris. 

Sebagai tindak lanjut, Manajemen Arema FC juga akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Kabar Terbaru: 110 Orang Meninggal Dunia Usai Laga Arema vs Persebaya, Kemungkinan Masih Terus Bertambah

“Manajemen juga akan membentuk crisis center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit,” tambah Haris. 

Manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

“Kepada keluarga  korban manajemen arema fc memohon maaf sebesar besarnya serta siap memberikan santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan,” pungkas Abdul Haris.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]