

inNalar.com – Libur puasa selama bulan Ramadhan yang didapatkan anak sekolah merupakan salah satu warisan tinggalan pemerintah kolonial Belanda. Durasi libur itu umumnya selama 39 hari.
Ketika sistem pendidikan modern masuk ke Hindia-Belanda, penetapan libur puasa itu juga mulai diberlakukan.
Pada awal abad ke-20, Departemen Pendidikan dan Agama Kerajinan Hindia-Belanda mambawahi kebijakan libur ini.
Baca Juga: Kurang dari Sebulan Lagi, Catat Jadwal Puasa Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2022
Pemerintah kolonial memberlakukan libur puasa Ramadhan dan Lebaran kepada sekolah binaan mereka.
Mulai dari sekolah tingkat dasar HIS (Hollandsch-Inlandsche School) hingga sekolah menengah atas HBS (Hogereburgerschool) dan AMS (Algemeene Middelbare School).
“HIS zaman Belanda dulu libur pada bulan puasa,” ungkap Aziz Halim, saksi sejarah sekaligus tamatan HIS, dalam Pelita, 2 Mei 1979.
Lalu sebenarnya apa alasan pemerintah kolonial melunak terhadap ibadah rukun Islam satu ini ?
Baca Juga: Kurang dari Sebulan Lagi, Catat Jadwal Puasa Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2022
Kebijakan pemerintah Kolonial dengan meliburkan pendidikan ketika bulan Ramadhan dan Lebaran semata-mata cara pandang mereka kepada umat Islam.
Kedudukan Islam ditanah jajahan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh pemerintah Kolonial.
Pemerintah kolonial tidak main paksa melepaskan Islam dari penduduk Hindia-Belanda.
“Islam adalah satu-satunya milik mereka yang tak dapat dihilangkan dan tidak dapat diganggu gugat. Mereka ingin tetap memiliki Islam, juga bagi anak-anak mereka.
Baca Juga: Apa Hukum Seorang Wanita Menghilangkan Tahi Lalat di Wajah? Buya Yahya Beri Jawaban Mengejutkan
Mereka tidak menginginkan pelajaran agama dari Belanda,” seperti dikutip inNalar.com dari pernyataan S.L. van der Wal dalam Kebijaksanaan Pendidikan di Hindia Belanda 1900-1940.
Pembebasan beribadah puasa itu juga dinilai sebagia propaganda halus pemerintah Kolonial menarik simpati umat Islam.
Ketika masa libur puasa, anak-anak menyambutnya dengan bersuka cita.
Baca Juga: Simak! Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Bogor Lengkap Satu Bulan Ramadhan 2022 atau 1443 H Penuh
Mereka melakukan kegiatan keagamaan seperti mengaji beramai-ramai saat malam hari di surau, melakukan sholat berjama’ah.
Tak lupa ronda keliling kampung dengan membangunkan penduduk memakai kaleng rombeng, siang harinya mereka bermain-main bersama.
Sungguh indah sekali suasana saat itu meskipun dibawah pemerintahan Kolonialisme Belanda. Kebijakan libur puasa ini terus berlanjut hingga Jepang datang dan setelah Kemerdekaan.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi