Lebih Parah dari Jakarta, Inilah Daerah di Kalimantan Timur yang Mempunyai Kualitas Udara Paling Buruk

inNalar.com – Tak hanya wilayah Jabodetabek atau Jakarta saja yang mengalami kualitas udara buruk. Di Kalimantan Barat pun juga demikian.

Kondisi kualitas udara di Kalimantan Barat akhir-akhir ini juga buruk.

Terutama di Ibu Kota Kalimantan Barat, yakni Pontianak yang memiliki kualitas udara di level 187 AQI US pada Selasa, 15 Agustus 2023.

Baca Juga: Benarkah Pemekaran Wilayah di Jawa Timur Hasilkan 3 Provinsi Baru? Begini Fakta yang Terjadi

Kondisi kualitas udara buruk tersebut menyebabkan masyarakat di Kalimantan Barat berpotensi menderita ISPA.

Dikutip dari berbagai sumber, polutan utama yang ada di Pontianak Kalimantan Barat yaitu Particulate Matter (PM) 2.5.

Itu merupakan partikel udara yang berukuran sangat kecil atau sama dengan 2,5 mikron.

Baca Juga: Sempat Vakum, Mall di Tarakan Ini Kini Jadi yang Termegah dan Pusat Surganya Belanja, Ada Kolam Renangnya?

Metode pengukuran yang dilakukan dengan cara penyinaran Beta dengan satuan mikrogram per meter kubik.

Jika dilihat dari laman IQAir, konsentrasi udara di Pontianak Kalimantan Barat yakni mencapai 125,5 µg/m³.

Angka tersebut menunjukkan sudah lebih dari 25,1 kali lipat dari ambang batas udara kotor menurut WHO.

Baca Juga: Mengenal Perang Dunia ke-2 Cukup di Kota Tarakan? Intip Koleksi Museum Sejarah di Provinsi Kalimantan Utara

Dalam laman tersebut, juga terdapat informasi jika suhu berada di angka 21 derajat celcius dengan kelembaban 94 persen.

Angin yang berhembus di Pontianak Kalimantan Barat yakni 3,7 km per jam dan tekanan udaranya 1.011 milibar.

Pakar dari BRIN menyebut jika buruknya kualitas udara di beberapa kota di Indonesia karena fenomena El Nino.

Tak hanya berasal dari asap pabrik dan kendaraan bermotor saja, kebakaran hutan juga berpotensi menyumbang polusi udara.

El Nino sebuah fenomena dimana permukaan air laut di Samudera Pasifik terjadi pemanasan sehingga menurunkan curah hujan di Indonesia dan beberapa negara lain.

Dengan tidak adanya hujan di beberapa daerah, membuat polusi udara masih tertahan di atmosfer.***

Rekomendasi