Lanjut Pasok Pertamina hingga 2027, Sumatera Selatan Punya Kilang LPG Swasta Terbesar se-Indonesia Berlokasi di Palembang, Siapa Pemiliknya?

inNalar.com – Pemain besar produksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) swasta terbesar di Indonesia ini telah memastikan kontrak lanjutan dengan PT Pertamina EP.

Kelanjutan proyek antara PT Pertamina EP dengan pemilik kilang LPG di Palembang, Sumatera Selatan ini diteken pada September 2023.

Deal kontrak tersebut telah membuat perusahaan swasta ini mengamankan pasokan gas LPG bagi pelanggan setianya terhitung sampai dengan 31 Desember 2027.

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Capai 25.000 Jiwa, Militer Israel Hancurkan 16 Kuburan di Palestina Gunakan Buldoser

Perusahaan swasta handal ini bernama PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang dikenal publik berkat dua aset besar andalannya, yakni Kilang LPG dan Pabrik Amoniak.

Meski produk andalan ESSA masih bertumpu pada penjualan amonia, tetapi sumbangan pendapatan dari perusahaan migas nasional ini cukup bercuan bagi perusahaan.

Menengok segmen pendapatan dari laporan keuangan PT Essa Industries Indonesia Tbk per kuartal III tahun 2023, hasil penjualan paling dominan ada pada produk amonia sebesar USD 199 juta.

Baca Juga: Prediksi Napoli vs Inter Milan di Final Piala Super Italia 2023-2024: Kans Nerazzurri Pertahankan Gelar

Kemudian disusul dengan penjualan Liquefied Petroleum Gas yang dipasok tunggal ke Pertamina Patra Niaga sebesar USD 30,44 juta.

Pihak manajemen perusahaan swasta produsen elpiji ini mengungkap beberapa capaian gemilang kinerja operasional Kilang LPG di Palembang, Sumatera Selatan.

Produksi elpiki per kuartal III tahun 2023 mengalami peningkatan produksi di tengah tekanan badai penurunan permintaan amonia ESSA.

Baca Juga: Investasi USD 800 Juta, Aset ESSA di Banggai Sulawesi Tengah Ini Ternyata Jadi Pabrik Amonia Pertama di Dunia yang Gunakan Teknologi Mutakhir

Apabila pada periode sebelumnya hanya mencapai 46.918 metric ton, catatan produksi pada kuartal terakhir selanjutnya bisa menembus 54.809 metrik ton.

Tingkat utilisasi kilangnya pun melesat hingga 99,85 persen dengan ketercapaian zero accident (nihil kecelakaan kerja) mencapai 5.735.111 jam operasi.

Saking gemilangnya, ESSA berhasil meraih penghargaan Zero Accident Award selama 10 tahun berturut-turut.

Baca Juga: Belum Setahun Diresmikan, Smelter Nikel Senilai Rp16 Triliun di Kutai Kartanegara Sudah Memakan Korban, Kok Bisa?

Kilang LPG di Palembang ini tecatat telah menyumbangsihkan ketahanan energi nasional dengan stabil dan handal setidaknya 52 bulan berturut-turut.

Dari bisnis pemurnian dan pengolahan gas bumi ini kapasitas produksinya diketahui mencapai 190 Ton per Day LPG.

Selain itu, ESSA pun juga menghasilkan kondensat berkapasitas 500 Barrel per Day (Bph) dari kilang utamanya yang ada di Sumatera Selatan ini.

Baca Juga: Ferran Torres Jemawa Setelah Sukses Cetak Hattrick di Laga Liga Spanyol 2023-2024 Real Betis vs Barcelona

Sedikit kilas balik kebersamaan perusahaan swasta ini dengan PT Pertamina EP (PEP), yakni pada November 2018, besaran pasokan produk disepakati sebesar 68.000 metrik ton untuk PEP

Kemudian pada 14 Oktober 2019, ESSA juga sempat teken kontrak perjanjian jual – beli gas dengan PEP.

Selanjutnya pada 10 November 2022, PEP pun meneken amandemen bersama pihak perusahaan terkait kesepakatan harga produk yang diambil dari Kilang LPG di Palembang ini. ***

 

Rekomendasi