Laluan Madani, Flyover di Batam Senilai Rp181 M Punya View Kota Hijau Terindah Kepulauan Riau, Macet Aman?

inNalar.com – Kepulauan Riau berhasil membangun flyover pertama di Kota Batam yang diberi nama Laluan Madani.

Seketika flyover Laluan Madani menjadi ikon baru Kepulauan Riau, terutama bagi Kotam Batam, karena desain konstruksi modern yang serap budaya kearifan lokal menjadi lebih sejuk dipandang para pelintas.

Tidak hanya soal konstruksinya saja, Flyover Laluan Madani dipandang indah karena lokasinya berada di tengah hehijauan kota Batam.

Baca Juga: Belum Banyak Dikenali Wisatawan, Desa Wisata di Hulu Sungai Selatan Ini Menyimpan ‘Harta Karun’ yang Menawan

Ornamen melayu khas terukir pada pilar jembatan ditambah dengan hangatnya cahaya lampu jalan semakin membuat jalan layang ini dikenal memiliki pemandangan dan suasana terindah di tengah kota.

Strategi pembangunannya ternyata memang tidak hanya sekadar difungsikan sebagai jalur pengurai kemacetan, melainkan juga menjadi salah satu daya tarik meningkatkan pariwisata di Batam, Kepulauan Riau.

Sejalan dengan ambisi Kota Investasi, infrastruktur di setiap sudut kota ini nampak tidak hanya ditujukan guna mengurai permasalahan lalu lintas, kemanan, tetapi daya tarik wisatawan pun menjadi agenda yang tidak luput dari setiap pembangunan wilayahnya.

Baca Juga: Bantuan Medis di Gaza Terancam Terhenti, Iran Peringatkan Israel untuk Berhenti Sebelum ‘Terlambat’

Diketahui proses pengerjaan Flyover Laluan Madani terbilang cukup lama, yakni 3 tahun, tepatnya sejak Desember 2015 sampai dengan November 2017.

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, jalan layang pertama di Batam ini dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Jalan darat ini melayang di atas pilar dengan titik tertingginya mencapai 9 meter.

Panjang konstruksi flyover ikonik Batam ini 460 meter dan lebar jalannya meluas hingga 32 meter.

Baca Juga: Dibangun Awal 2000-an, Jembatan Penghubung 2 Bukit di Hulu Sungai Tengah Ini Hadirkan Panorama Eksotis, Tapi..

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Walikota Batam, yakni Muhammad Rudi merampungkan infrastruktur vital ini.

Infrastruktur jalan senilai Rp181 miliar ini dibangun karena beberapa alasan, di antaranya yang paling urgen adalah masalah kemacetan dari arah Bandara Hang Nadim menuju pusat kota Batam.

Tingkat keparahan kemacetannya dapat ditangkap dari adanya data 272.138 kendaraan yang melintasi jalur tersebut, terutama saat masuk jam sibuk.

Lantas, apakah keberadaan flyover ini berhasil menurunkan angka kesibukan lalu lintas di kawasan Simpang Jam?

Sejauh ini keberadaan jalan layang tersebut disebut mampu atasi kemacetan parah yang sempat terjadi di kawasan tersebut.

Adapun menurut kabar terbaru dari BP Batam, Flyover baru akan dibangun untuk mengurangi tumpuan beban Jembatan Sei Ladi.

Realisasinya akan dimulai pada tahun depan, yakni 2024. Pembangunan jalan layang baru ini mempertimbangkan usia Jembatan Sei Ladi yang telah berusia sepuh, yakni 50 tahun.***

 

Rekomendasi