

InNalar.com – Terdapat kabar melegakan bagi warga Palestina karena setelah perang yang terjadi 1 bulan lebih ini akhirnya terjadi genjatan senjata.
Bagaimana tidak sebab perang yang dimulai sejak 7 Oktober antara Israel dengan Hamas hingga kini masih berlanjut.
Bahkan peperangan tersebut juga sampai membuat Paus Fransiskus pemimpin gereja Katolik dari Vatikan ikut ambil bicara.
Seperti yang diketahui, akhirnya peperangan di Timur Tengah ini dapat mencapai kesepakatan genjatan senjata.
Sayangnya, genjatan senjata itu hanya akan terjadi selama 4 hari, dan setelah itu Israel akan melakukan gempuran kembali di jalur Gaza.
Sejak 7 oktober 2023 lalu hingga kini tanggal 25 November 2023, maka peperangan itu telah berlangsung selmaselama 1 bulan 18 hari lamanya.
Selama waktu itu, diperkirakan korban di Palestina telah mencapai angka sekitar 14 ribu jiwa.
Bahkan korban tersebut kebanyakan terjadi pada perempuan dan anak-anak yang ada di Gaza.
Sedangkan untuk Israel sendiri, korban mereka diperkirakan mencapai 1200 jiwa.
Dilansir dari akun Instagram @viral sekali, Pada beberapa hari yang lalu, Paus Fransiskus sempat melakukan pertemuan pada orang-orang Yahudi yang ditawan oleh Hamas.
Tidak hanya itu, Paus dari Vatikan itu juga sempat bertemu juga dengan masyarakat Palestina yang berada di Gaza.
Berdasarkan peperangan yang terjadi di Timur Tengah ini, dirinya sampai menyebut jika kejadian ini adalah terorisme.
Perlu diketahui, Paus Fransiskus merupakan orang yang saat ini memimpin gereja Katolik di Fatikan.
Tidak hanya itu, pemimpin gereja Katolik ini juga sekaligus menjadi kepala negara Fatikan yang menggantikan Paus Benediktus XVI.
Karena pertemuannya dengan kedua belah pihak itu, bahkan Paus Fransiskus ini juga sampai menyebutkan merasakan penderitaan yang sama saat melakukan audiensi umum di Lapangan Santo Petrus.
Pada audiensi tersebut, dirinya juga menyebut jika seperti inilah perang, namun kejadian ini sudah melampauinya sehingga kejadian ini adalah terorisme.
Mengetahui hal tersebut, komite Yahudi Amerika mengucapkan rasa terimakasihnya lantaran pimpinan negara Fatikan ini telah bertemu keluarga para sandera di Israel maupun di Palestina.
Akan tetapi, komite Yahudi itu juga merasa keberatan jika tindakan Israel disebut sebagai terorisme.
Pasalnya menurut komite tersebut, perang antara Hamas dengan Israel itu berada diluar ranah terorisme, melainkan Hamas lah yang pantas disebut dengan terorisme.
Hal itu dikarenakan Hamas melakukan pembantaian dan penculikan warga sipil, sedangkan pertahanan diri Israel tidaklah masuk ke ranah terorisme. ***